ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
1 March 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Catat! Sore Ini Aplikasi e-Billing Tidak Bisa Diakses

Catat! Sore Ini Aplikasi e-Billing Tidak Bisa Diakses

Konfirmasitimes.com-Jakarta (25/01/2021). Aplikasi e-billing (sse2.pajak.go.id) tidak dapat diakses untuk sementara pada sore ini.

Melalui laman resminya, Ditjen Pajak (DJP) memberikan pengumuman mengenai adanya pemeliharaan aplikasi administrasi pembayaran pajak yang berdampak pada tidak akan bisa diaksesnya aplikasi e-billing untuk sementara waktu.

“Sehubungan dengan pemeliharaan aplikasi administrasi pembayaran pajak maka untuk sementara aplikasi e-billing (sse2.pajak.go.id) tidak akan dapat diakses pada hari Jumat tanggal 22 Januari 2021 mulai pukul 17.00 WIB sampai dengan 19.00 WIB,” tulis DJP.

Terkait dengan kondisi tersebut, DJP meminta pengguna kedua layanan untuk dapat mengantisipasi gangguan pada rentang waktu yang telah diinformasikan. Otoritas pajak meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

Seperti diketahui, sistem billing DJP adalah sistem elektronik yang dikelola DJP untuk menerbitkan dan mengelola kode billing yang merupakan bagian dari sistem penerimaan negara secara elektronik. Mulai 1 Januari 2020 layanan mandiri pembuatan kode billing melalui aplikasi billing DJP akan dilayani pada menu e-billing DJP Online.

E-billing juga merupakan bagian dari pembaruan modul penerimaan negara generasi kedua (MPN-G2). MPN-G2 dikembangkan guna mendukung pelaksanaan cash management yang baik dengan menyajikan informasi penerimaan negara secara real time dengan memanfaatkan teknologi.

Terdapat 5 manfaat yang dapat diperoleh dari e-billing. Pertama, mempermudah dan menyederhanakan proses pengisian data untuk pembayaran dan penyetoran negara. E-billing dianggap memudahkan karena penyetor tidak perlu lagi mengisi formulir surat setoran pajak secara manual.

Kedua, meminimalisiasi kemungkinan terjadinya human error dalam perekaman data pembayaran dan penyetoran. Ketiga, memberikan kemudahan dan fleksibilitas cara pembayaran atau penyetoran melalui beberapa alternatif saluran pembayaran dan penyetoran.

Keempat, memberikan akses kepada wajib bayar dan wajib setor penerimaan negara bukan pajak (PNBP) untuk memonitor status atau realisasi pembayaran. Kelima, memberikan keleluasaan kepada wajib pajak atau wajib bayar untuk merekam data setoran secara mandiri.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Warga Jogja-Solo, Begini Lho Cara Daftar Uji Coba KRL Yogya-Solo

Read Next

Hore, Program Listrik Gratis Diperpanjang