ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Waspada Cuaca Ekstrem dan Tinggi Gelombang Beberapa Hari ke Depan

Hati-hati, Potensi Cuaca Ekstrim Akibat La Nina di Samudra Pasifik

Konfirmasitimes.com-Jakarta (24/01/2021). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang cenderung meningkat di dalam periode Puncak Musim Hujan saat ini, terutama dalam tiga hari ke depan pada beberapa wilayah di Indonesia.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjabarkan, wilayah yang perlu diwaspadai dalam tiga kedepan karena berpotensi terjadinya hujan lebat adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

Sementara untuk wilayah perairan, hujan dengan intensitas lebat berpotensi terjadi di Selat Malaka, Laut Cina Selatan, Samudra Hindia barat Bengkulu hingga selatan NTT, perairan Barat Bengkulu hingga selatan NTT, Laut Jawa bagian timur, Selat Sunda, Selat Makassar bagian selatan, Laut Bali, Laut Flores, Laut Banda bagian selatan, Laut Timor, Laut Maluku bagian utara, Laut Sulawesi, perairan Utara Halmahera hingga Papua, Laut Arafuru dan Samudra Pasifik Utara Papua.

“Sedangkan Potensi hujan ekstrem diprediksi untuk tiga hari ke depan (23-26 Januari 2021) dapat terjadi di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara Sulawesi Tengah, Papua Barat, dan Papua,” katanya, Sabtu (23/01/2021).

Hujan ekstrem tersebut sangat berpotensi menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor yang dapat membahayakan bagi publik, serta hujan lebat disertai kilat/petir dan gelombang tinggi yang membahayakan pelayaran dan penerbangan.

Deputi bidang Klimatologi BMKG, Herizal menambahkan, dengan adanya potensi cuaca ekstrem tersebut, berdasarkan analisis terintegrasi dari data BMKG, PUPR dan BIG, perlu diwaspadai daerah yang diprediksi berpotensi banjir kategori menengah pada Dasarian III (sepuluh hari ke-3) di bulan Januari 2021 yaitu Banten bagian selatan, Jawa Barat bagian tengah dan timur, sebagian besar Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Jawa Timur bagian tengah dan timur, Bali bagian utara, Nusa Tenggara Barat bagian utara, sebagian kecil Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah bagian tenggara, Sulawesi Selatan bagian selatan, Sulawesi Tenggara bagian utara, Maluku Utara dan Papua Barat wilayah Kepala Burung dan Provinsi Papua bagian tengah.

“Informasi potensi banjir kategori menengah hingga tinggi untuk 10 hari ke depan ini sebagai upaya mitigasi agar menjadi perhatian dan kewaspadaan bagi masyarakat terhadap potensi bencana banjir, longsor, dan banjir bandang,” kata Herizal.

BMKG juga memprakirakan tinggi gelombang pada periode 23-25 Januari 2021 adalah sebagai berikut : Moderate Seas (1.25 m – 2.5 m) diprediksi terjadi di Laut Natuna utara, perairan utara Kep. Anambas – Kep. Natuna, perairan utara Sabang, perairan barat p. Simeulue – Kep. Mentawai, perairan Bengkulu hingga barat Lampung, perairan selatan Jawa hingga Sumbawa, Selat Sunda bagian barat dan selatan, Selat Bali – Lombok – Alas bag. selatan perairan P. Sawu – Kupang – P. Rote, Laut Sawu, perairan Flores, Selat Makassar bagian selatan dan tengah.

Selanjutnya perairan barat Sulawesi selatan, perairan Kep. selayar – Kep. Sabalana, Laut Flores, dan Laut Banda, perairan Kep. Letti – Kep. Tanimbar, perairan Kep. Kei – Kep. Aru, Laut Arafuru, Laut Sulawesi bagian timur dan tengah, perairan Kep. Sangihe – Kep. Talaud, Laut Maluku, perairan utara dan timur Kep. Halmahera, Laut Halmahera, perairan utara Papua barat hingga Papua, Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua, perairan selatan Kaimana, perairan Amamapre – Agats bagian barat, perairan barat P. Yos Sudarso.

“Untuk katagori tinggi gelombang Rough Seas (2.5 m – 4.0 m) berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga selatan P. Sumba,” jelasnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Kawasan Pengembangan Hydroponik, Sekolah Pertanian di Desa Lomaya Segera Dibangun

Read Next

Warga Sulbar Diminta Tidak Panik Meski Aktifitas Kegempaan Meningkat