ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
1 March 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Bagaimana Menghadapi Perilaku Buruk Seorang Anak

anak

Konfirmasitimes.com-Jakarta (23/12/2020). Tingkah laku seorang anak tidak selalu baik, dan terkadang ledakan emosi negatif cukup normal. Namun, ini tidak berarti bahwa perilaku buruk harus didorong atau diabaikan.

Dokter anak dari American Academy of Pediatrics telah berbagi tip untuk membantu orang tua mengontrol perilaku anak mereka dengan lebih baik tanpa berteriak atau mengumpat.

Para ahli merekomendasikan untuk memulai dengan mengajari anak Anda “aturan rumah”. Singkirkan barang-barang berharga yang tidak boleh kamu sentuh apalagi memanjakan anak. Ciptakan area khusus untuknya dengan mainan dan buku tempat dia bisa bermain dengan aman.

Jika anak Anda melanggar aturan rumah yang ditetapkan, gunakan penguatan positif, bukan ancaman. Anda bisa menegur, tetapi dengan cepat, dan menjelaskan dengan tepat mengapa Anda tidak bahagia. Selain itu, dokter anak tidak menganjurkan menyuap perilaku baik anak dengan permen, tetapi menggunakan sesuatu yang lebih berguna untuk mengalihkan perhatian dan menarik perhatian bayi.

Karena anak-anak memiliki sedikit pengendalian diri alami, penting untuk mengajari mereka cara mengekspresikan perasaan mereka dengan benar, termasuk perasaan negatif. Mereka harus mengekspresikan emosi mereka dengan kata-kata, bukan tendangan, gigitan atau pukulan. Anda dapat memberi tahu anak Anda kalimat: “Kami tidak saling menyakiti.” Pada saat yang sama, penting untuk menjadi contoh perilaku seperti itu sendiri: tidak berteriak, dengan tenang membicarakan apa yang tidak Anda sukai, mengendalikan emosi negatif.

© pexels.com

Selain itu, penting bagi seorang anak untuk memahami kesalahannya, serta belajar bertanggung jawab atas tindakannya. Penting untuk tetap memperhatikan anak Anda ketika dia bertengkar dengan teman atau teman bermain. Jika konfliknya kecil, maka anak-anak diperbolehkan untuk memutuskan segala sesuatunya sendiri. Tetapi jika argumen berkembang menjadi perkelahian, ada baiknya untuk diintervensi. Jelaskan bahwa tidak masalah siapa yang memulai perkelahian: tidak ada alasan untuk mencoba menyakiti satu sama lain. Daripada bertengkar, ajari anak Anda untuk mengatakan tidak dengan tegas atau mencari kompromi.

Jika anak Anda tampak sangat agresif selama beberapa minggu atau lebih, misalnya, menyerang Anda atau orang dewasa lainnya, melukai diri sendiri dan orang lain, Anda harus menemui spesialis (dokter anak atau psikolog anak).

Dokter anak menasihati orang tua dari anak yang berubah-ubah dan agresif untuk tidak menyerah dan terus mencari cara untuk mendorong perilaku yang baik dan mencegah yang buruk. Secara bertahap, Anda akan mampu mengembangkan pendekatan terhadap perilaku anak yang akan berhasil baik di rumah maupun di luar. Kemajuan bisa saja lambat, tetapi kehidupan keluarga yang stabil dan aman dengan orang tua yang penuh kasih, disiplin dan pengawasan terus-menerus adalah cara terbaik untuk mencegah kerusakan dan agresi masa kanak-kanak.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Perwakilan Republik Usulkan Pemakzulan Biden

Read Next

Nelayan Anambas Temukan Benda Mirip Rudal Tulisan China