Konfirmasi Times
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
1 March 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Pelancong Wajib Tahu, Ini Lima Stasiun Kecil Pemberhentian KRL Jogja-Solo

KRL Jogja-Solo

Konfirmasitimes.com-Jakarta (22/12/2020). Dikabarkan Kereta Rel Listrik (KRL) Jogja-Solo akan resmi beroperasi dan menggantikan KA Prambanan Ekspress (Prameks).

KA Prambanan Ekspress (Prameks) sendiri diketahui telah beroperasi sejak tahun 1994.

Ada beberapa keunggulan dari KRL Jogja-Solo yang tidak dimiliki KA Prameks.

Saat KA Prameks masih beroperasi, kereta api itu biasanya berhenti untuk naik turun penumpang di Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, Maguwo, Klaten, Purwosari, dan Solobalapan. Namun dengan beroperasinya KRL Jogja-Solo nanti, ada lima stasiun tambahan sebagai tempat pemberhentian.

Stasiun Srowot

Stasiun Srowot merupakan stasiun kecil yang beralamat di Desa Gondangan, Kecamatan Jogonalan, Klaten. Pada saat lintas Jogja-Solo masih dilayani KA Prameks, tak ada satupun jadwal pemberhentian di stasiun ini. Dengan adanya KRL nanti, semua perjalanan kereta api itu akan berhenti di Stasiun Srowot.

Dulunya, Stasiun Srowot merupakan stasiun yang memiliki pendapatan dari angkutan barang karena melayani pengiriman gula dari Pabrik Gula Gondang Winangoen hingga tahun 1990-an. Oleh karena itu, pada masa itu ada jalur kereta api khusus angkutan gula dari Stasiun Srowot menuju Pabrik Gula Gondang Winangoen.

Kini, jalur menuju pabrik gula tinggal menyisakan bekasnya saja. Sementara Pabrik Gula Gondang Winangoen kini menjadi museum dan tempat wisata. Para wisatawan yang ingin mengunjungi tempat wisata itu bisa turun di Stasiun Srowot.

Stasiun Delanggu

Stasiun Delanggu adalah stasiun kecil yang terletak di Desa Gatak, Kecamatan Delanggu dan menjadi stasiun paling timur di Kabupaten Klaten. Pada masa penjajahan Belanda, stasiun ini digunakan untuk mengangkut karung goni yang akan disebarkan pada setiap pabrik gula yang ada di Karasidenan Surakarta.

Saat jalur Jogja-Solo masih dilayani KA Prameks, tak ada jadwal perjalanan yang berhenti di stasiun ini. Karena itulah banyak warga yang tinggal di Delanggu dan sekitarnya yang berharap stasiun ini diaktifkan untuk naik-turun penumpang. Apalagi, sebenarnya banyak warga Delanggu yang suka berpergian dengan kereta api, namun mereka harus pergi ke Klaten atau ke Solo dulu dengan bus atau kendaraan pribadi.

Dengan adanya layanan KRL Jogja-Solo, rencananya semua perjalanan kereta api itu akan berhenti normal di stasiun ini. Tak hanya meningkatkan pelayanan pada penumpang, harapannya dengan adanya kereta api yang berhenti di Delanggu, perekonomian warga juga bisa berkembang.

Stasiun Brambanan

Stasiun Brambanan terletak di Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten dan berada di ketinggian 146 mdpl. Menjadi stasiun kereta api paling barat di Kabupaten Klaten, stasiun ini menjadi tempat pemberhentian penumpang yang ingin berwisata ke Candi Prambanan atau tempat-tempat lain di sekitarnya.

Meskipun berada di kawasan wisata, Stasiun Brambanan selama ini lebih dimanfaatkan untuk bongkar muat semen. Setiap harinya, stasiun itu melayani perjalanan KA Semen menuju Stasiun Arjawinangun, Cirebon dan Stasiun Nambo, Bogor.

Sebenarnya, KA Prameks berhenti normal di stasiun ini. Namun dari total 20 perjalanan, hanya 4 perjalanan KA Prameks yang berhenti di stasiun ini. Dengan adanya KRL nanti, semua perjalanan akan memiliki jadwal untuk berhenti di Stasiun Brambanan sehingga para wisatawan bisa lebih leluasa memilih jadwal keberangkatan/kepulangan.

Stasiun Gawok

Stasiun Gawok berada di Desa Luwang, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Letaknya tak jauh dari Pasar Gawok. Saat jalur Jogja-Solo masih dilayani KA Prameks, tak ada jadwal perjalanan yang berhenti di stasiun ini.

Dulunya, stasiun ini menjadi tempat tongkrongan para penduduk sekitar terutama saat sore dan hari libur. Namun belakangan ini, aktivitas itu dilarang karena dianggap membahayakan baik bagi warga maupun perjalanan kereta api.

Kini dengan adanya layanan KRL, semua perjalanan akan berhenti di Stasiun Gawok. Pemberhentian itu pula diharapkan bisa meningkatkan perekonomian di Gawok dan sekitarnya karena akan semakin sering dikunjungi wisatawan.

Stasiun Ceper

Stasiun Ceper terletak di Desa Klepu, Kecamatan Ceper, Klaten dan berada di ketinggian 133 mdpl. Tak ada satupun jadwal perjalanan KA Prameks yang berhenti di stasiun ini. Namun dengan adanya KRL Jogja-Solo, rencananya semua perjalanan akan berhenti di stasiun in.

Walaupun bukan sebagai tempat naik turun penumpang, Stasiun Ceper merupakan stasiun yang melayani perjalanan KA Pupuk Sriwijaya yang melayani rute Stasiun Ceper-Maguwo-Gombong. Di sebelah selatan stasiun itu pula terdapat gudang yang menjadi tempat bongkar muat pupuk.

Dulunya, dari stasiun ini terdapat jalur kereta api percabangan menuju Pabrik Gula Ceper Baru. Namun pabrik gula telah lama nonaktif dan bekas jalurnya sulit ditemukan.

Tarif kereta mulai berlaku 10 Februari

Kereta rel listrik atau KRL Jogja-Solo ( KRL Yogyakarta-Solo) akan beroperasi normal mulai 10 Februari 2021 setelah selesainya uji coba, yang direncanakan hingga 7 Februari.

“Insya Allah tanggal 10 Februari sudah melakukan perjalanan untuk umum. Untuk tarif normal, flat Rp 8.000, sama dengan tarif KA Prameks, waktu tempuh lebih cepat dan kereta baru,” kata Direktur Operasi dan Pemasaran PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Wawan Ariyanto, dalam keterangannya, Jumat (22/01/2021).

Ia mengatakan untuk jumlah kereta yang akan dioperasikan nantinya sebanyak 10 rangkaian. Saat ini, sudah siap enam rangkaian kereta.

“Masing-masing rangkaian KA ada empat gerbong, tetapi bisa saja dijalankan delapan gerbong,” jelasnyq.

Ia mengatakan mengingat saat ini masih ada protokol kesehatan yang harus diterapkan, untuk kapasitas masing-masing gerbong hanya dibatasi maksimum 74 penumpang.

“Itu sudah menerapkan jaga jarak, kalau normalnya sebanyak 200 penumpang. Untuk jadwalnya sementara kami menggunakan seperti KA Prameks dulu,” kata Wawan.

Ia mengatakan nantinya untuk Solo-Yogyakarta akan dilakukan perjalanan sebanyak 20 perjalanan atau 10 perjalanan pulang-pergi (PP).

Menurut dia, waktu tempuh KRL Solo-Yogyakarta 68 menit atau lebih cepat 20 menit dibandingkan KA Prameks yang mencapai 88 menit.

“KRL Yogyakarta-Solo ini berhenti di 11 stasiun, sedangkan Prameks hanya berhenti di enam stasiun,” tutur Wawan.

Sementara itu, pada uji coba yang sudah dimulai sejak Rabu (20/1/2021), pihaknya sekaligus memberikan edukasi terkait cara menumpang KRL Jogja-Solo.

“Perlu edukasi, biasanya pakai tiket KAI Access sekarang tap in dan out, seperti di jalan tol harus sepasang, baik tap in maupun out. Semua penumpang yang berangkat dari Solo, tap in, sampai di Jogja, harus keluar gate dulu untuk tap out. Kalau mau ke Solo lagi harus tap in dan tap out saat tiba di Solo,” kata Wawan.

Sementara itu, Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti menjelaskan, untuk panjang yang dilintasi jaringan KRL Solo-Yogyakarta sendiri lebih kurang 60 kilometer.

Sedangkan untuk total perjalanan rencananya sebanyak 20 perjalanan per hari dengan waktu tempuh masing-masing sekitar 58 menit.

Untuk stasiun operasional, lanjutnya, pada rute tersebut ada sebanyak 11 stasiun, yaitu Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, Maguwo, Prambanan, Srowot, Klaten, Ceper, Delanggu, Gawok, Purwosari, dan Solobalapan (stasiun KRL Jogja-Solo).

Untuk melengkapi pelayanan KRL, kata dia, PT KAI kembali membuka sejumlah stasiun yang sebelumnya tidak melayani pengguna.

“Ini diharapkan mampu mendorong perekonomian di wilayah stasiun di tengah upaya pulih dari pandemi,” kata Wiwik.

Dengan beroperasinya KRL dari Jogja hingga Solo, praktis kereta berbasis listrik ini akan menggantikan operasional KA Prambanan Ekspres atau KA Prameks.

Rangkaian KA Prameks rencananya direlokasi ke daerah lain sebagai moda transportasi kereta lokal. Nantinya, dengan menggunakan KRL Jogja-Solo (KRL Yogyakarta-Solo), mobilitas warga sepanjang Jogja-Solo akan lebih meningkat dan meningkatkan roda perekonomian di Yogyakarta dan Solo Raya.

KRL memiliki beberapa keunggulan di antaranya kapasitas angkut yang lebih banyak dan efisiensi operasional karena listrik yang dianggap lebih murah. Headway kedatangan kereta juga bisa ditingkatkan.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Cara Memasang Twibbon Secara Online

Read Next

Sholawat Nahdliyah Harlah NU 95