ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Desa Wisata Cibuntu

Desa Wisata Cibuntu

Konfirmasitimes.com-Jakarta (22/12/2020).  Desa Wisata Cibuntu berada di di Kecamatan Pesawahan, Kuningan. Desa Wisata Cibuntu Kuningan tak hanya memiliki wisata alam, melainkan ada wisata sejarah dan budaya. Desa ini juga merupakan salah satu Desa Wisata berbasis komunitas terbaik di Indonesia. Masyarakatnya menawarkan keindahan alam yang masih asri.

Menurut informasi yang dihimpun wisata sejarah yang ada di desa ini ditandai dengan adanya sejumlah situs peninggalan zaman dulu, yakni salah satunya adalah arca peninggalan sejarah masa Hindu Buddha yang disebut situs Saurip Kidul, Bujal Dayeuh, dan Hulu Dayeuh.  Selain itu ada juga situs Birit Dayeuh dan Situs Cikahuripan (mata air).

Wisatawan yang berkunjung bisa mempelajari kebudayaan setempat serta mengunjungi pusat kerajinan. Sembari berinteraksi dengan masyarakat setempat, wisatawan juga bisa menikmati hamparan rerumputan hijau yang membentang di bawah kaki Gunung Ciremai.

Desa Wisata Cibuntu kini telah memiliki homestay dan camping site sehingga sangat cocok dijadikan sebagai destinasi wisata keluarga atau korporasi. Jika ingin menginap, beberapa homestay ditawarkan dengan kisaran harga Rp150.000 – Rp200.000 per kamar per malam termasuk tiket masuk tempat wisata tersebut. Sementara untuk berkemah ditawarkan dengan harga Rp250.000-Rp350.000 per malam termasuk makan tiga kali. Desa Wisata Cibuntu dilengkapi dengan fasilitas kolam renang dengan tiket masuk Rp10.000 untuk orang dewasa, dan Rp5.000 untuk anak-anak.

“Untuk harga paket bagi para wisatawan domestik dengan mancanegara masih sama harganya. Dalam masa pemulihan ini Desa Wisata Cibuntu telah membuka camping ground dan selalu membersihkan tenda dengan disemprot disinfektan dan semua peralatan seperti sleeping bag dan matras selalu dicuci bersih dan disemprot disinfektan setelah selesai dipakai oleh pengunjung,” Humas Pemasaran Desa Wisata Cibuntu, Syukur Mulyana.

Dan yang terbaru dari Desa Wisata Cibuntu menurutnya, yakni Coffee Shop yang menawarkan suguhan kopi dari biji kopi Desa Cibereum, Kuningan dengan rasa yang enak dan sangat pas untuk diminum.

Ada satu hal yang terlihat desa wisata ini semakin menjadi lebih unik, yakni mereka memiliki Kampung Domba (Kambing). Seluruh kambing ini milik warga yang di taruh di sana. Kampung Kambing merupakan kandang khusus yang memiliki lebih dari ribuan kambing. Meski begitu, lingkungannya tampak terlihat bersih dan asri.

Selain itu, desa wisata Cibuntu ini juga memiliki upacara Sedekah Bumi yang diselenggarakan setiap tahun. Upacara yang biasanya berlangsung selama tiga hari ini merupakan sebuah tradisi lokal yang terus dilestarikan hingga kini. Adapun maksud penyelenggaraan upacara Sedekah Bumi ini adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas melimpahnya hasil panen.

Pengembangan kawasan wisata dengan luas sekitar 6 hektare tersebut, seluruhnya diperuntukkan bagi sekitar 1.000 warga, baik dari sisi investasi maupun pengelolaan.

Lokasi Desa Wisata Cibuntu dekat dengan hutan pinus yang merupakan kawasan hutan dari Gunung Ciremai. Untuk menuju lokasi ini, jika anda pergi dari Cirebon, maka rute yang dilalui adalah melalui Cirebon – Sumber (Plangon) – Mandirancan – Paniis – Cibuntu yang berjarak sekitar 30 km.

Desa terbaik se ASEAN

Pesona dan ragam prestasi yang diraih desa wisata ini pun turut menjadi perhatian Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Dalam akun Instagramnya @ridwankamil, Kang Emil, sapaan akrabnya menyebut bahwa desa ini adalah desa juara di level ASEAN untuk pariwisata.

“Desa yang ikatan sosialnya sangat kompak dan pelestarian alamnya paripurna. Desa Cibuntu adalah desa juara di level Asean untuk pariwisata,” tulis Ridwan Kamil dalam akun Instagramnya.

Ucapan Kang Emil tersebut memang terbukti adanya. Desa Wisata Cibuntu pernah menyabet sebagai desa wisata terbaik urutan kelima tingkat ASEAN pada 2016 untuk bidang homestay.

Selain itu, pada 2017, desa ini juga terpilih sebagai desa wisata terbaik peringkat dua di Indonesia dalam perhelatan Community Based Tourism (CBT) Kementerian Pariwisata Indonesia.

Lalu, apa saja yang menarik di Desa Wisata Cibuntu sehingga menjadi idola bagi Gubernur Jawa Barat dan masyarakatnya? Suasana sejuk di kaki Gunung Ciremai Desa Wisata Cibuntu terkenak karena memiliki suasana berhawa dingin dan sejuk. Hal ini karena lokasinya yang berada di bawah kaki Gunung Ciremai.

Wisatawan bisa menikmati keindahan alam di desa ini dengan hawa dinginnya. Terlebih dengan pemandangan indah di sekeliling desa berupa hamparan rerumputan hijau membentang di kaki gunung. Hawa sejuk juga timbul karena adanya Air Terjun Gongseng yang bisa kamu kunjungi di sana.

Warganya ramah terhadap sesama dan alam lingkungan Selain alam indah dan hawa sejuk yang ada di sana, Desa Wisata Cibuntu juga memesona karena keramahan warganya terhadap sesama manusia dan alam. Warga desa Cibuntu memang terkenal kompak dalam ikatan sosial sekaligus pelestarian alam lingkungannya.

Hal ini pun sudah dibuktikan Ridwan Kamil pada kunjungannya Sabtu (17/10/2020) dalam acara upacara adat Sedekah Bumi di Desa Cibuntu. Dalam akun Instagramnya, Ridwan menyebut bahwa kekompakkan itu terwujud dalam upacara Sedekah Bumi.

“Acara Sedekah Bumi, adalah acara adat tasyakur binimah atas segala rezeki dan berkah yang Allah berikan kepada masyarakat Desa Cibuntu,” katanya.

Itinerary berlibur di Desa Wisata Cibuntu

Pagi

Wisatawan bisa melihat apa saja yang ada di desa tersebut mulai dari keindahan alam hingga keramahan warga setempat.

Pada pagi hari, tentu menikmati keindahan alam ditemani sejuknya udara menjadi suatu hal yang tak boleh dilewatkan.

Selama menyusuri desa, kamu bisa jalan-jalan di sebuah jalur setapak di tengah hamparan rumput yang letaknya tak jauh dari perumahan warga.

Selain itu, kamu bisa juga minta ditemani warga setempat untuk berjalan-jalan. Hal ini juga sekaligus bisa berinteraksi dengan warga setempat.

Kamu bisa manfaatkan kesempatan tersebut untuk bertanya apapun kepada warga yang mendampingi.

Mata air Kahuripan, salah satu daya tarik wisata di Desa Wisata Cibuntu, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Masih pagi hari, sekitar pukul 10.00, kamu bisa lanjutkan Tour Kampung ke mata air Kahuripan. Kegiatan yang bisa dilakukan di sana adalah menikmati keindahan dan kesejukan alam.

Namun, ada hal yang lebih menarik lagi yaitu kamu bisa meminum air alami yang tersedia di mata air Kahuripan.

Usai minum air alami itu, jika memiliki waktu lebih lama, kamu bahkan bisa berkemah di area yang telah disediakan pengelola desa wisata.

Jelajahi situs Saurip Kidul

Setelah disegarkan dengan air alami di mata air Kahuripan, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke situs Saurip Kidul sekitar pukul 11.00 WIB.

Menjelang siang adalah waktu yang tepat untuk berwisata sejarah di Saurip Kidul. Lalu apa sebenarnya tempat ini?

Saurip Kidul merupakan sajian berbeda dari Desa Wisata Cibuntu yang menawarkan panorama alam dan keramahan warganya sebagai daya tarik utama.

Namun, di sisi lain, desa ini juga memiliki situs peninggalan zaman dulu. Kamu bisa melihat arca peninggalan sejarah masa Hindu Buddha di Saurip Kidul.

Selain tempat itu, masih ada tempat lainnya di Desa Wisata Cibuntu yang menyimpan peninggalan sejarah yaitu Bujal Dayeuh dan Hulu Dayeuh.

Siang ke Air Terjun Gongseng

Siang hari sekitar pukul 13.00 WIB, kamu bisa melanjutkan perjalanan dari Saurip Kidul ke Curug Gongseng atau Air Terjun Gongseng.

Meski hawa di Desa Wisata Cibuntu sudah sejuk bahkan di siang hari, tak ada salahnya kamu kembali menyegarkan badan dengan berendam di Curug Gongseng.

Kegiatan yang bisa dilakukan tentunya berenang, atau sekadar bermain air hingga melihat deretan tebing megah di sekitarnya.

Apabila hanya ingin bersantai, kamu bisa duduk-duduk di gazebo dekat tebing yang didirikan masyarakat.

Ingin rebahan sejenak, main di kolam renang, atau bercengkrama dengan wisatawan lainnya juga bisa dilakukan di sini.

Kamu juga bisa pesan makanan minuman kepada warga setempat yang bertugas di PGC.


Sore ke Kampung Domba

Tour Kampung seharian akan berakhir di Kampung Domba. Awam mengatakan, biasanya wisatawan akan mengakhiri tur dengan pergi ke Kampung Domba.

Kampung Domba ini merupakan salah satu daya tarik wisata di Desa Wisata Cibuntu.

Wisatawan bisa melihat anak domba atau domba dewasa yang diternakkan di sini. Ada banyak jenis domba yang ada di Kampung Domba misalnya Domba Batur jenis Merino dan Garut.

Domba yang ada di sini biasa untuk produksi daging saat kurban atau pun diperjualbelikan. Kamu tidak perlu khawatir jika area tersebut kotor, karena Kampung Domba terkenal karena kebersihan tempatnya.

Warga desa lah yang merawat kebersihan Kampung Domba atau kandang Domba itu setiap harinya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Resep Brownies Kukus Tanpa Mixer

Read Next

Operasi Pencarian Resmi Dihentikan, Ini Daftar Korban Sriwijaya Air yang Belum Teridentifikasi, Ada Captain Afwan