ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
26 February 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Kepala Bayi Peyang, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kepala Bayi Peyang

Konfirmasitimes.com-Jakarta (20/01/2021). Kepala bayi peyang paling mungkin terjadi ketika bayi lahir secara alami, sementara pada bayi yang lahir secara caesar cenderung memiliki kepala yang bulat. Pasalnya, bayi yang lahir normal sering kali mendapat tekanan ketika proses persalinan. Sebaliknya, dalam operasi caesar tekanan di kepala bayi jarang terjadi.

Kepala bayi peyang bisa disebabkan banyak hal. Bisa terjadi ketika si Kecil masih di dalam kandungan ataupun masalah-masalah di tahun pertama kehidupannya.

Kepala bayi yang masih lunak memang rentan terhadap tekanan. Apalagi terdapat beberapa titik lunak yang disebut fontanel, seperti di bagian atas dan di belakang kepala, yang harus dijaga. Bagian fontanel itu memungkinkan kepala bayi melalui jalan lahir saat proses persalinan.

Secara perlahan bagian anterior fontanel ini akan semakin mengecil saat kepala bayi tumbuh serta tulang tengkorak mulai menyatu dan mengeras. Proses ini bisa terjadi di usia 12 hingga 18 bulan dan akan tertutup sempurna ketika si Kecil berusia tiga tahun.

Karena itulah, faktor-faktor penyebab kepala peyang pada bayi memang wajib Anda ketahui dan kalaupun terlihat tanda-tanda tersebut pada si Kecil, Anda sudah punya langkah awal untuk mengantisipasinya.

Berikut penyebab kepala peyang pada bayi dan cara mengatasi kepala peyang pada bayi menurut informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber:

Bayi tidur telentang

Posisi tidur si Kecil yang telentang selama berjam-jam bisa menyebabkan kepala bagian belakang jadi datar.

Apalagi pada bayi yang terlahir prematur, ia lebih rentan mengalami kepala belakang datar atau peyang lantaran tulang tengkoraknya lebih lunak ketimbang bayi yang lahir pada usia normal.

Kelainan tulang tengkorak

Kelainan tulang tengkorak atau dalam istilah medis disebut craniosynostosis terjadi ketika lempeng tulang tengkorak menyatu terlalu dini.

Akibatnya, bentuk kepala bayi tidak proporsional. Jika dibiarkan dalam jangka panjang bisa menimbulkan gangguan penglihatan, sakit kepala, dan bahkan gangguan psikologis.

Bayi mengalami masalah di rahim

Selain penyebab tersering karena faktor pasca-melahirkan, kepala peyang pada bayi juga bisa disebabkan oleh masalah pada rahim.

Ini bisa terjadi karena adanya tekanan terhadap kepala bayi ketika masih di dalam kandungan dan kurangnya pasokan air ketuban yang berperan penting melindungi si Kecil.

Ketegangan otot leher

Otot leher yang terlalu tegang juga bisa membuat kepala bayi peyang

Masalah ini bisa terjadi saat gerakan otot leher pada bayi sangat terbatas ketika hendak memutar kepala, sehingga salah satu sisi kepala bayi terlalu sering mengalami penekanan ketika berbaring.

Cara mengatasi kepala peyang pada bayi

Mengubah posisi tidur

Untuk menghindari kepala bayi peyang, Anda bisa mengatur posisi miring kepala bayi ke arah kanan atau kiri ketika sedang tidur.

Namun lebih baik lagi, Anda bisa melatih otot leher si Kecil agar kuat. Caranya, ketika bayi sedang terjaga, ubahlah posisinya dari telentang menjadi tengkurap. Selain membantu kemampuan motoriknya, tengkurap juga berfungsi menguatkan otot lehernya.

Ketika otot leher bayi kuat, ia akan dengan mudah menggerakkan kepalanya sehingga tidak selalu berada di posisi yang sama saat tidur berjam-jam.

Cara menggendong

Cara menggendong bayi yang bervariasi juga bisa mencegah kepala si Kecil peyang. Gunakanlah cara menggendong dengan posisi bayi tegak, baik dengan mendekapnya ataupun posisi miring, agar mengurangi tekanan pada bagian belakang kepalanya.

Helm dan ikat kepala khusus

Jika cara-cara di atas tidak berhasil, Anda bisa menggunakan helm atau ikat kepala khusus untuk mengembalikan bentuk kepala bayi agar kembali normal.

Helm khusus ini bisa memperbaiki tulang tengkorak bayi sehingga pertumbuhannya merata di bagian-bagian yang lain. Alat ini bisa digunakan ketika bayi berusia 5-6 bulan dan dipakai selama 23 jam per hari dalam jangka waktu beberapa bulan.

Perlu Anda ketahui bahwa penggunaan helm khusus di usia satu tahun atau lebih tidak akan efektif. Pasalnya, tulang tengkorak si Kecil sudah menyatu dan pertumbuhannya tidak secepat di bawah satu tahun.

Mengubah posisi mainan dan tempat tidur

Si Kecil tentunya sangat tertarik melihat benda-benda yang berwarna mencolok yang ada di sekitarnya. Nah, jika posisi tempat tidur dan benda-benda tersebut tidak pernah diubah, maka kecenderungan kepala bayi di posisi yang sama bisa menyebabkan kepala bayi peyang.

Untuk mengatasi penekanan pada salah satu bagian kepala, Anda bisa mengubah posisi tempat tidur atau mainan si Kecil ke arah yang berbeda-beda.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Operasi Pencarian Resmi Dihentikan, Ini Daftar Korban Sriwijaya Air yang Belum Teridentifikasi, Ada Captain Afwan

Read Next

Segini Total Kerugian Negara Akibat Gempa Sulawesi dan Banjir Kalimantan