ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
1 March 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

UE Serukan Kerja Sama Lebih Erat dengan Pemerintahan Biden Terkait Masalah Ini

UE Serukan Kerja Sama Lebih Erat dengan Pemerintahan Biden Terkait Masalah Ini

Konfirmasitimes.com-Jakarta (21/01/2021). Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa (UE) telah menyerukan kerja sama yang lebih erat dengan Presiden terpilih AS Joe Biden dalam kesepakatan nuklir Iran.

Joseph Borrell berpidato di depan Parlemen Eropa pada hari Rabu: “Dengan datangnya kekuasaan pemerintahan Biden, pemerintahan Trump berakhit, pendekatan kebijakan akan berubah dan upaya akan dilakukan untuk memprioritaskan multilateralisme.”

Dia menekankan bahwa Uni Eropa dan pemerintahan baru AS harus bekerja sama secara erat pada setidaknya tiga bidang utama: perubahan iklim, kesepakatan nuklir Iran, dan undang-undang untuk perusahaan teknologi besar.

Presiden terpilih Amerika Serikat telah mengkondisikan kembalinya dia ke IAEA, dan tanpa menyebutkan pemerintah mana yang telah berjanji dan meninggalkan IAEA, dia telah berjanji bahwa Washington akan kembali ke perjanjian tersebut jika Iran kembali ke implementasi penuh IAEA.

Dua tahun setelah AS secara sepihak menarik diri dari Dewan Keamanan PBB dan penundaan pihak-pihak Eropa dalam memenuhi kewajiban mereka berdasarkan perjanjian tersebut, Iran telah mengambil langkah-langkah di bawah IAEA untuk mengurangi kewajibannya dan selalu menyatakan bahwa jika Amerika Serikat kembali ke Dewan Keamanan PBB dan Dewan Keamanan PBB memenuhi kewajibannya. Perjanjian internasional ini, langkah-langkah yang diambil untuk mengurangi komitmen Borjami oleh Teheran, akan segera dibatalkan.

Borrell, yang bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan IAEA, telah meminta Biden untuk berhenti mengancam mereka yang terlibat dalam perdagangan dengan Iran dan menghemat waktu dengan kembali ke IAEA alih-alih mencoba untuk merundingkan perjanjian kontrol senjata baru.

Ia juga memperingatkan dalam sebuah surat kepada para menteri luar negeri Uni Eropa bahwa Burjam berada dalam “situasi kritis”. “Kami menyaksikan perkembangan yang sangat mengkhawatirkan dalam dimensi nuklir serta dalam terang sanksi baru AS,” katanya dalam sebuah surat kepada AFP.

“Perkembangan ini merusak upaya diplomatik kami, termasuk memfasilitasi kembalinya Amerika Serikat ke Dewan Keamanan PBB dan mengembalikan Iran untuk memenuhi sepenuhnya kewajibannya berdasarkan perjanjian ini,” tulis politisi Spanyol itu.

Calon Biden, Menteri Luar Negeri Anthony Blinken, mengatakan pada pertemuan Komite Hubungan Luar Negeri Senat pada hari Selasa bahwa “jika Iran kembali ke ancamannya, kami akan mencapai kesepakatan.” 

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Turki Memulai Operasi Melawan Organisasi Separatis

Read Next

10 Juta Anak Afghanistan Sangat Butuh Bantuan