ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
1 March 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Suplemen Jantung Populer Terbukti Efektif dalam Pengobatan Kanker

Suplemen Jantung Populer Terbukti Efektif dalam Pengobatan Kanker

Konfirmasitimes.com-Jakarta (21/01/2021). Menurut sebuah studi baru oleh para ilmuwan dari Universitas Granada (Spanyol), penambahan koenzim Q10 (CoQ10) atau ubiquinone, molekul penting yang disintesis dalam sel-sel organ dan jaringan kita, dan juga berasal dari makanan, dapat menjadi tambahan yang berharga untuk terapi beberapa penyakit mitokondria, seperti Kanker usus besar, karsinoma tiroid, dan penyakit Crohn.

Koenzim Q10 sering digunakan untuk mencegah penyakit kardiovaskular. Tidak hanya bisa dibeli di apotek dalam bentuk kapsul atau tablet, tapi juga didapat dari beberapa produk, misalnya: jantung dan hati sapi, ikan berminyak, kacang tanah, pistachio, minyak zaitun, kacang polong, kedelai , dll.

Dua fungsi ubikuinon yang paling terkenal adalah perannya dalam menghasilkan energi yang berguna untuk sel dan kapasitas antioksidannya. Dalam berbagai patologi dan dalam proses penuaan alami, penurunan tingkat koenzim Q10 dalam tubuh biasanya diamati, yang berkontribusi pada berbagai manifestasi klinis dengan tingkat keparahan yang lebih besar atau lebih kecil.

Untuk mengetahui bagaimana CoQ10 dapat mempengaruhi pengobatan penyakit mitokondria, para ilmuwan telah melakukan tes pada sel yang dikultur. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Human Molecular Genetics , menunjukkan bahwa suplementasi ubikuinon mampu memodulasi metabolisme hidrogen sulfida, yang pada gilirannya menginduksi perubahan menguntungkan pada jalur metabolisme penting lainnya: biosintesis serin, siklus folat, dan metabolisme nukleotida.

Pada penyakit mitokondria (kanker usus besar, kanker tiroid, penyakit Crohn , dll. ), Beberapa jalur metabolisme di atas diubah, dan suplementasi koenzim Q10 dapat mencegah perubahan ini.

Para peneliti menekankan batasan penting dari pekerjaan mereka: sebagian besar hasil diperoleh dari sel yang dikultur. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi hasil yang diperoleh secara in vivo pada model hewan.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

10 Juta Anak Afghanistan Sangat Butuh Bantuan

Read Next

Jadwal dan Lokasi Layanan Samsat Keliling Hari Ini, 21 Januari 2021