ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
1 March 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Longsor Sumedang, 15 Masih Hilang Pencarian Diperpanjang

Longsor Sumedang, 15 Masih Hilang Pencarian Diperpanjang

Konfirmasitimes.com-Jakarta (16/01/2021). Bencana longsor sumedang kembali terjadi, kali ini di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat  pada Sabtu (09/01/2021) sekitar pukul 16.45 WIB dan longsor susulan sekitar pukul 19.30 WIB.

Pada longsor kedua, para korban tertimbun lebih banyak karena ketika itu banyak warga dan tim SAR gabungan yang sedang melakukan evakuasi dan pendataan terhadap jumlah korban pada longsor pertama.

Pada Jumat (15/01/2021) malam, Tim Pencarian dan Penyelamatan (SAR) gabungan kembali menemukan satu korban meninggal akibat bencana tanah longsor di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Dengan penemuan itu, jumlah korban jiwa yang berhasil ditemukan bertambah menjadi 25 orang.

Hingga Sabtu (16/01/2021) hari ini, 15 orang dinyatakan masih hilang dan masih dalam proses pencarian. Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah mengungkapkan, korban ke- 25 yang teridentifikasi berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan sekitar pukul 22.16 WIB.

“Korban dalam keadaan meninggal dunia di sektor 1, tepatnya di lapangan voli. Selanjutnya, korban dibawa ke Puskesmas Sawah Dadap,” kata Deden dalam keterangannya, Sabtu (16/01/2021).

Deden menyampaikan, untuk mencari ke-15 orang yang masih hilang, pihaknya membagi lokasi pencarian menjadi empat sektor.

“Hari kedelapan ini, tim SAR gabungan terus melanjutkan pencarian dengan membagi menjadi empat sektor pencarian,” katanya.

Menurut Deden, pencarian korban pada Jumat (15/01/2021) kemarin dilanjutkan hingga malam hari mengingat kondisi cuaca yang cukup mendukung. Tim SAR gabungan menggunakan sejumlah alat berat untuk mencari korban dan memindahkan material longsoran.

Ini data nama-nama korban meninggal dalam bencana tanah longsor di Desa Cihanjuang:

  1. Suhanda (43), laki-laki, MP Cimanggung
  2. Cahyo Riyadi (tidak diketahui), laki-laki, Margajaya
  3. Diding (tidak diketahui), laki-laki, Kampung Bojongkondang
  4. Dudung (tidak diketahui), laki-laki, Kampung Bojongkondang
  5. Yedi (tidak diketahui), laki-laki, petugas BPBD Sumedang
  6. Wildan (6), laki-laki, Cihanjuang
  7. Yani (27), perempuan, Cihanjuang
  8. Nardiyanto (58), laki-laki, Perum SBG Cihanjuang
  9. Engkus Kuswara (43), laki-laki, Sawah Dadap
  10. Danramil Cimanggung Kapten Setyo Pribadi (55), laki-laki, Dusun Cikole

Pencarian korban diperpanjang

Masa pencarian akan diperpanjang selama tiga hari hingga Senin (18/01/2021). Hal tersebut dilakukan karena masih ada 15 korban longsor yang belum ditemukan.

“Mengingat masih banyaknya korban dan banyaknya permintaan dari keluarga korban, masa pencarian orang yang dilaporkan hilang diperpanjang hingga tiga hari ke depan,” kata Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah dalam keterangannya, Jumat (15/01/2021).

Menurut Deden, hingga saat ini pencarian akan terus diupayakan walau dengan banyak kendala yang ditemui seperti cuaca yang tidak menentu, tebalnya material longsor serta potensi longsor susulan yang masih tinggi.

Ia menyatakan, bagaimanapun juga keselamatan tim menjadi yang paling utama. Namun, pihaknya akan terus memberikan yang terbaik.

“Hingga saat ini, data korban meninggal dunia 25 orang dan jumlah korban dalam pencarian berjumlah 15 orang,” ungkapnya.

Deden juga memastikan, proses pencarian korban longsor tersebut sesuai SOP.

“Sesuai dengan SOP pencarian dan pertolongan, Operasi SAR berlangsung 7 hari, namun mengingat masih banyaknya korban dan banyaknya permintaan dari keluarga korban, pencarian diperpanjang hingga tiga hari kedepan,” terang Deden.

Adapun tim SAR gabungan telah melakukan pencarian dengan menggunakan 4 unit ekskavator dan 7 unit alkon. Hingga saat ini, dua unit ekskavator masih bekerja di lokasi longsor untuk memindahkan material longsor, rencananya pergerakan akan dihentikan pada pukul 23.00 WIB.

Alut yang digunakan pada pencarian hari ketujuh yaitu 4 unit ekskavator, 7 unit alkon, peralatan ekstrikasi, peralatan komunikasi, peralatan medis, dan APD personal.

Adapun unsur SAR yang terlibat yaitu Basarnas Bandung, PUPR, BPBD Provinsi Jabar & Sumedang, TNI/Polri, Tim DVI Polda Jabar, PMI Prov Jabar, Dinkes Sumedang, Potensi SAR Jawa Barat dan Potensi SAR Jawa Tengah. Total kekuatan Pers Unsur SAR yang terdaftar di posko sejumlah 286 personel.

Berdasarkan data terbaru hingga Sabtu (16/01/2021) pukul 09.00 WIB, dari ke-25 korban meninggal, empat di antaranya berjenis kelamin perempuan, sedangkan sisanya laki laki.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Cara Rekam Layar Hp Android

Read Next

Ilham Saputra, Plt Ketua KPU Pengganti Arief Budiman