ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
1 March 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Momen Manis Bikin Haru, Syekh Ali Jaber dan Anak Bahas Kuliah Hingga Jodoh

Syekh Ali Jaber anak

Konfirmasitimes.com-Jakarta (15/01/2021). Berpulangnya Syekh Ali Jaber pada Kamis (14/01/2021) kemarin menyisakan duka mendalam bagi keluarga juga masyarakat Indonesia.

Sebelum dinyatakan wafat, Syekh Ali Jaber sempat dirawat di rumah sakit karena terinfeksi virus corona COVID-19 bahkan sempat masuk ICU. Namun, Syekh Ali Jaber meninggal dalam kondisi negatif COVID-19

Menurut keterangan mertua Syekh Ali Jaber, Arief Rahman, ia mengatakan bahwa Syekh Ali Jaber mengalami komplikasi.

“Yang jelas (meninggal) bukan COVID-19. Ada komplikasi jantung, komplikasi paru-paru, ginjal, itu benar,” kata Arief Rahman.

Selama Syekh Ali Jaber dirawat di rumah sakit, Arief mengaku selalu memantau kondisinya. Selain itu, keluarga juga sudah mempersiapkan diri dengan kondisi Syekh Ali Jaber.

Kamis (14/01/2021) sore, jasad Syekh Ali Jaber dimakamkan di Pondok Pesantren Daarul Quran, Cipondoh, Tangerang. Pondok Pesantren Daarul Quran diketahui milik Ustaz Yusuf Mansur.

Proses pemakaman berlangsung haru. Keluarga tak dan pelayat tak kuasa menahan kesedihan. Sebelumnya, Ustaz Yusuf Mansur sempat mengunggah video suasana persiapan pemakaman Syekh Ali Jaber. Dalam unggahannya tampak liang lahat sudah digali dan disiapkan. Tempat pemakaman pun sudah sesuai standar protokol kesehatan.

“Bismillah kita cek persiapan makam. Ini semua standar prokes ya. Sudah dengan prokes nih,” kata Ustaz Yusuf Mansur di Instagram.

Syekh Ali Jaber ungkap ingin dimakamkan di Lombok

Sementara itu, terkait pemakaman, Syekh Ali Jaber sebenarnya pernah bercita-cita ingin dimakamkan di Lombok.

Dalam sebuah kesempatan, Syekh Ali Jaber pernah menuturkan keinginannya menjadikan Lombok sebagai tempat istirahat terakhirnya. Hal ini lantaran ia merasa seperti berada di rumah ketika sedang di Pulau Seribu Masjid itu.
“Jadi saya bercita-cita, ya Allah walaupun saya memilih dan memohon meninggal di Madinah. Tapi kalau ya Allah, kalau saya ditetapkan meninggal di Indonesia, mohon saya mau dimakamkan di Lombok. Lombok termasuk pulau kesayangan saya,” kata Syekh Ali Jaber.

Terkait hal tersebut, keluarga pun menjelaskan maksud dari pernyataan sang ulama. Diungkapkan adik Syekh Ali Jaber, Syekh Muhammad Jabber, kakaknya memang pernah mengatakan ingin dimakamkan di Lombok, NTB, namun itu hanya sekedar cita-cita bukan wasiat.

“Banyak yang bertanya beliau akan dimakamkan di mana, bahkan ada yang kata mereka, wasiat beliau di Lombok. Itu bukan wasiat, itu sebenarnya pernah acara di Lombok, cita-cita beliau,” kata Syekh Muhammad Jabber.

Syekh Ali Jaber ingin carikan jodoh untuk sang anak

Tak hanya Lombok, almarhum Syekh Ali Jaber sebenarnya juga pernah bercita-cita ingin dimakamkan di Madinah. Hanya saja, tentu hal tersebut sulit terwujud terlebih di saat pandemi COVID-19 seperti ini.

“Sebenarnya di awal beliau berkata cita-cita saya dimakamkan di Madinah. Kalau ada yang bisa antar ke Madinah, alhamdulillah. Tapi tidak bisa, apalagi masa COVID,” katanya.

Selain cita-citanya soal keinginan dimakamkan di Lombok, ternyata sebelum sakit Syekh Ali Jaber juga sempat membahas keinginannya mencarikan jodoh untuk anak laki-lakinya.

Melalui unggahannya di Instagram, Syekh Ali Jaber memperkenalkan salah satu putranya yang bernama Hasan. Ia pun berceloteh ingin mencarikan putranya tersebut jodoh.
“Sekarang bersama anak saya nih. Ayo yang mau daftar, lagi dicariin jodoh ini,” ujar Syekh Ali Jaber, dikutip dari Instagram, Jumat (15/01/2021).

Hasan adalah salah satu putra Syekh Ali Jaber yang saat ini tinggal di Lombok. Hasan pandai berbahasa Sasak.

“Ini Hasan, dia lebih pintar dari saya Bahasa Sasak. Alhamdulillah bagaimana semua di sana di Lombok sehat?” tanya Syekh Ali.

“Sehat,” jawab Hasan.

“Alhamdulillah ya Allah kangen banget ini. Sekarang kok Hasan jadi lebih tinggi dari abu nya ya? Semakin tinggi.”

Hasan saat ini baru berusia 20 tahun, Bunda. Ia pun ditanya oleh Syekh Ali terkait keinginan menikah.

“Sekarang Hasan sudah usia 20, mau nikah sekarang atau nanti saja?” tanya Syekh Ali.

“Nanti, belum,” jawab Hasan sembari malu-malu.

“Belum siap ya?”

“Belum,”

“Insya Allah kita aturkan, biar kuliah dahulu dong. Mau kuliah di mana? di Arab atau Indonesia? Atau Australia, Singapura, atau ke mana? Keluar negeri biar ada pengalaman baru,” saran Syekh Ali Jaber.

“Insya Allah,” jawab Hasan.

“Doain moga-moga sukses buat Hasan,” kata Syekh Ali mengakhiri percakapan dengan putranya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Ijazah Dapat Pasangan Cantik Atau Ganteng, Jomblo Wajib Nonton Ini

Read Next

Kajian Hadits Meninggalkan yang Tidak Bermanfaat