ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
27 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Anda Bisa Wakili Pengambilan Bantuan Sosial Tunai di Jakarta, Begini Syaratnya

Anda Bisa Wakili Pengambilan Bantuan Sosial Tunai di Jakarta, Begini Syaratnya

Konfirmasitimes.com-Jakarta (13/01/2021). Penerima bantuan sosial tunai (BST) boleh untuk tidak datang ke lokasi penyaluran, bila keadaannya tidak memungkinkan.

Sebagaimana diketahui, bantuan sosial tunai ini sudah disalurkan sejak Selasa kemarin.

“Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta kembali mendistribusikan bantuan sosial bagi warga terdampak COVID-19 mulai Selasa (12/01/2021),” tulis akun resmi Pemprov DKI Jakarta di Twitter.

Menurut Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta, Irmansyah, penerima BST dapat diwakilkan ke pihak lain dengan membawa sejumlah dokumen yang ditentukan.

“Bagi penerima BST yang sedang sakit, tidak perlu memaksakan untuk datang karena bisa menggunakan surat kuasa kepada ahli waris maupun kerabat terdekat,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (13/01/2021).

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar para penerima bantuan sosial tunai (BST) dapat menggunakan dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saat pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Anies saat tinjaun penyaluran bantuan sosial (BST) di SDN Palmeriam 01 dan SDN Kayu Manis 01, Matraman, Jakarta Timur.

“Bapak-bapak diingat ya, uangnya untuk kebutuhan keluarga, kalau sempat juga buat menghidupkan lagi usaha Bapak-bapak dan Ibu-ibu. Mudah-mudahan lancar semua ya,” kata Anies dalam keterangan tertulis, Rabu (13/01/2021).

Menurut Irmansyah, masyarakat yang sakit dapat meminta penjadwalan ulang kepada pihak Bank DKI.

“Atau bisa juga hadir saat kondisi sudah sehat pada jadwal undangan berikutnya dari Bank DKI. Mohon untuk tidak memaksakan hadir,” ungkapnya.

Berikut ini syarat untuk penerima kuasa BST

1. Penerima kuasa yang ada dalam 1 kartu keluarga (KK) dengan persyaratan

  • Surat kuasa dari penerima BST
  • Surat kuasa dari pemberi kuasa
  • KTP dan KK (asli dan salinan kedua pihak tersebut)

2. Penerima kuasa berada di luar KK, seperti paman, bibi, atau nenek. Persyaratan yakni:

  • Surat Pengantar dari Dinas Sosial melalui Satpel Sosial Kecamatan
  • KTP dan KK (asli maupun salinan dari pemberi kuasa dan penerima kuasa)
Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Berlubang: Jalan Raya Bojong Arah Wisata Guci Tegal, Penguna Jalan Harap Waspada

Read Next

Persiapan Pra dan Munaqosyah Tahsin Al Qur’an “Ghorib Pel. Ana” Part-1