ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
22 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Kenangan Sang Kakak dengan Fadly, Korban Pesawat Jatuh Sriwijaya Air

Kenangan Sang Kakak dengan Fadly, Korban Pesawat Jatuh Sriwijaya Air

Konfirmasitimes.com-Jakarta (10/01/2021). Extra crew Sriwijaya Air SJ-182, Fadly Satrianto, turut serta dalam pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (09/01/2021).

Sosok Fadli dimata keluarga

Fadly merupakan sosok yang dikenal periang dan sangat dekat dengan kedua orang tuanya.

“Adik saya yang nomor tiga ini periang. Beliau paling rame dibanding kami semua dan paling dekat dengan ibu,” kata Juan Setadi, kakak Fadli.

Menurut keterangan Juan Setadi, kakak Fadli, ia menuturkan kenangannya dengan Fadly di akhir Desember 2020. Saat itu, Fadli sempat mengajak tiga generasi keluarga untuk berfoto bersama.

“Pada akhir bulan Desember beliau mengajak tiga generasi keluarga yang isinya cowok semua untuk berfoto bersama. Kami baru sadar ini mungkin firasat dari beliau,” kata Juan, Minggu (10/01/2021).

Tidak hanya itu, alumnus Fakultas Hukum Universitas Airlangga tahun 2011 itu juga dikenang sebagai sosok pekerja keras dan tekun untuk meraih cita-citanya.

Sebelum bekerja di Nam Air, Fadly pernah menjadi kru kantor di maskapai Boeing. Dia mendapatkan kesempatan pendidikan selama 1 tahun sebagai co-pilot.

Kronologi Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menjelaskan kronologi Pesawat Sriwijaya Air 182 yang hilang kontak Sabtu sore kemarin.

Dijelaskan, Sriwijaya Air SJ 182 lepas landas pukul 14.36 WIB dan dinyatakan hilang kontak pada 14.40 WIB hari Sabtu.

“Bahwa telah terjadi lost contact pesawat udara Sriwijaya rute Jakarta-Pontianak dengan call sign SJY 182. Terakhir terjadi kontak pada pukul 14.40 WIB,” kata Budi dalam konferensi pers dari Bandara Soetta.

Berselang enam menit dari waktu lepas landas yaitu pukul 14.37 WIB, pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak diijinkan naik ke ketinggian 29.000 kaki.

Anomali dimulai ketika Pesawat Sriwijaya Air terlihat melenceng dari radar dan mengarah ke arah barat laut.

Melihat anomali ini, ATC (Air Traffic Control) meminta pesawat untuk melaporkan arah pesawat.

“Karena itu ditanya ATC untuk melaporkan arah pesawat. Dalam hitungan second target SJY82 hilang dari radar,” ujar Budi.

Seperti yang dikatakan oleh Menhub Budi Karya Sumadi, peristiwa salah arah dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dengan lost contact hanya terpaut hitungan detik.

“Pukul 17.30 Bapak Presiden memberikan arahan untuk memasimalkan upaya pencarian dan tentu sudah dikerahkan Kapal Basarnas,” ujar Budi

Kapal patroli Kementerian Perhubungan menemukan serpihan daging di lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, di Kepulauan Seribu, Sabtu (09/01/2011).

Kapten kapal, Eko, mengatakan, awalnya ia mendapat laporan dari nelayan yang mendengar ledakan seperti suara petir.

Lalu pihaknya mengecek ke lokasi.

“Ada ditemuin serpihan-serpihan dari daging, mungkin tubuh dari manusia,” kata Eko.

Selain itu, Eko mengaku melihat avtur atau bahan bakar pesawat di lokasi. “Ada avtur dari dalam, kebetulan di situ kedalaman perairan 15-16 meter,” kata dia.

Bupati Kepulauan Seribu Djunaedi mengatakan, pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak jatuh di sekitar Pulau Laki.

“Betul (di Pulau Laki),” ujar Djunaedi seperti dikutip dari artikel Kompas.com berjudul “Bagian Tubuh Manusia Ditemukan di Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air”

Menurut Djunaedi, peristiwa terjadi pada Selasa siang sekitar pukul 14.30 WIB.

Djunaedi menyatakan bahwa ia menerima informasi tersebut dari pihak kelurahan setempat.

Dari pihak kelurahan ia menerima informasi bahwa seorang nelayan bubu sempat melihat ledakan api dari peristiwa twrsebut, kemudian meminta tolong kepada warga sekitar.

Dalam sebuah wawancara, Surachman, Kasie Pemerintahan Kecamatan Kepulauan Seribu mengatakan sejumlah nelayan di sana mendapatkan sejumlah puing yang diduga milik pesawat Sriwijaya Air.

Nelayan di kawasan di perairan Kepulauan Seribu Selatan menunjukkan serpihan diduga pesawat Sriwijaya Air SJ182 jatuh di Pulau Laki, pada Sabtu (09/01/2021).

Puing itu terdiri dari kabel-kabel, hingga serpihan-serpihan yang diduga pesawat Sriwijaya Air

Surachman menambahkan informasi pesawat tersebut diketahui pertama kali oleh para nelayan di sekitar Kepulauan Lancang.

“Sekitar 15 menit dari Pulau Lancang,” kata Surachman.

Surachman menambahkan dirinya dan petugas setempat bersama nelayan setempat masih berusaha mencari serpihan-serpihan lain pesawat Sriwijaya Air.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Bahayakah Pesawat Kelamaan Parkir?

Read Next

Berapa Banyak Olahraga yang Anda Butuhkan Untuk Menjaga Ingatan Di Masa Tua?