ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
22 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Banjir Bandang dan Longsor, Jalan Utama Bandung-Cianjur Tak Bisa di Lalui

Pasca Banjir Bandang, Muara Enim Kini Status Siaga Banjir dan Longsor

Ilustrasi

Konfirmasitimes.com-Jakarta (10/01/2021). Hujan deras dengan intensitas lebih dari empat jam, mengakibatkan banjir bandang dan longsor.

Peristiwa itu berimbas pada putusnya Jalan Raya Bandung-Cianjur, Jawa Barat, tepatnya di Kecamatan Naringgul.

Banjir tidak hanya memutus akses jalan tapi juga menyebabkan dua rumah warga rusak berat terbawa banjir dan tertimpa longsor.

Menurut keterangan Sekretaris BPBD Cianjur Irfan Sopyan, dikatakan bahwa pihaknya telah mengirim anggota dan melibatkan puluhan relawan tangguh bencana dari dua kecamatan terdekat ke lokasi banjir dan longsor di Naringgul. Relawan diminta untuk langsung melakukan evakuasi warga ke tempat aman.

“Kami baru mendapat informasi beberapa menit yang lalu dan langsung mengirim petugas ke lokasi. Namun puluhan orang Retana dari dua kecamatan terdekat, sudah sampai di lokasi, untuk melakukan mitigasi dan evakuasi warga ke tempat aman. Saat ini relawan masih melakukan pendataan,” kata Irfan.

Sementara itu, Camat Naringgul Ijuh Sugandi dalam keterangannya pada Sabtu (09/01/2021),menyampaikan sejak siang hingga malam menjelang sebagian besar wilayah Naringgul, disiram hujan lebat, sehingga menyebabkan air di waduk buatan di atas perkampungan jebol, sehingga menyebabkan banjir bandang.

“Waduk buatan di atas Kampung Patrol, tidak kuat menahan air, ditambah saluran air warga banyak yang tersumbat, sehingga air bah langsung menghantam perkampungan, dua rumah rusak nyaris ambruk dan puluhan lainnya tergenang air bercampur lumpur setinggi 50 centimeter,” kata Camat.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun pihaknya masih mendata kerugian akibat banir dan longsor yang terjadi bersamaan. Hingga malam menjelang, puluhan kepala keluarga berusaha mengeluarkan barang berharga dari dalam rumah guna menghindari hal yang tidak diinginkan.

Bahkan pihak kecamatan telah meminta aparat desa dan relawan untuk menyediakan tempat pengungsian bagi puluhan kepala keluarga yang terdampak, sedangkan dua kepala keluarga yang rumahnya rusak berat, saat ini sudah diungsikan ke rumah kerabatnya yang dinilai aman dari jangkauan banjir dan longsor.

“Kami belum bisa memastikan berapa rumah yang terdampak, namun perkiraan lebih dari 20 rumah dan rencananya pemilik berserta anggota keluarga terpaksa diungsikan ke sejumlah titik, guna menghindari terjadinya banjir dan longsor susulan,” katanya.

Sedangkan jalur utama Bandung-Cianjur, yang membentang di wilayah tersebut, tidak dapat dilalui dari kedua arah karena banjir bercampur longsoran tanha menutup landasan jalan sepanjang 50 meter, sehingga pihaknya menunggu alat berat dari PUPR pusat dan propinsi guna menyingkirkan material longsor.

“Untuk jalan utama, sejak sore hingga malam ini, belum bisa dilalui selain tertutup air bah, sekitar 50 meter landasan jalan tertutup material longsor berupa batu dan lumpur dengan ketinggian mencapai 60 centimeter, harapan kami alat berat segera datang dan jalur kembali dapat dilalui,” katanya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Pagi Ini Mulai Pencarian Pesawat, Prakiraan Cuaca Kepulauan Seribu Diprediksi Berawan dan Hujan di Malam Hari

Read Next

Suami Kirim Pesan Romantis ke Istri Saat Detik-detik Sebelum Pesawat Hilang Kontak