ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
21 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Fakta Terkini Sriwijaya Air Hilang Kontak

Sriwijaya Air

Konfirmasitimes.com-Jakarta (09/01/2021). Kabar Sriwijaya Air Hilang Kontak dibenarkan oleh Kementerian Perhubungan.

Sebagaimana keterangan yang disampaikan Dirjen Kemenhub Novie Riyanto, ia membenarkan telah terjadi lost contact pesawat udara Sriwijaya rute Jakarta-Pontianak dengan call sign SJY 182. Terakhir terjadi kontak pada pukul 14.40 WIB

“Saat ini tengah dalam investigasi dan tengah dikoordinasikan dengan Basarnas dan KNKT. Kami akan menyampaikan informasi lebih lanjut jika sudah ada perkembangan lain,” terang Novie.

Kemenhub Koordinasi dengan Basarnas dan KNKT

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Novie Riyanto mengatakan, pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan pihak Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Hal ini dilakukan terkait pesawat Sriwijaya Air yang hilang kontak.

“Saat ini tengah dalam investigasi dan tengah dikoordinasikan dengan BASARNAS dan KNKT,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Novie Riyanto, dalam keterangannya kepada media, Sabtu (09/01/2021).

Novie menuturkan, pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak tersebut melakukan kontak sekitar pukul 14.40 Wib.

“Telah terjadi lost contact pesawat udara Sriwijaya rute Jakarta – Pontianak dengan call sign SJY 182. Terakhir terjadi kontak pada pukul 14.40 Wib,” tuturnya.

“Kami akan menyampaikan informasi lebih lanjut jika sudah ada perkembangan lain,” lanjutnya.

Kemenhub buka posko untuk keluarga penumpang pesawat

Kementerian Perhubungan membuka posko untuk keluarga penumpang pesawat itu.

“Ada posko di Terminal 2 Soekarno-Hatta,” kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati saat live di TvOne, Sabtu (09/01/2021).

Kini Kemenhub masih mengumpulkan informasi terkait pesawat tersebut. Keluarga penumpang bisa mencari informasi di posko tersebut.

SJY 182, pesawat Sriwijaya Air yang hilang kontak

Pesawat yang dilaporkan hilang kontak ialah Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan nomor penerbangan SJY 182 hilang kontak pada pukul 14.40 WIB.

“Telah terjadi ‘lost contact’ pesawat udara Sriwijaya rute Jakarta – Pontianak dengan ‘call sign’ SJY 182. Terakhir terjadi kontak pada pukul 14.40 WIB,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto, dalam keterangannya kepada media, Sabtu (09/01/2021).

Pesawat bernomor registrasi PK CLC jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Sementara itu, Manager Humas AirNav Indonesia, Yohanes Sirait mengatakan, kabar ini membuat Menteri Perhubungan Budi Karya langsung bergerak ke Bandara Soekarno Hatta.

“Pak Menhub sedang menuju Bandara Soetta,” katanya saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu (9/1).

Rencananya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumardi akan menyampaikan keterangan pers di Bandara Soekarno-Hatta terkait hilang kontaknya pesawat Sriwijaya Air. Sementara tim gabungan bergerak mencari keberadaan pesawat tersebut.

“Sedang dicari Tim SAR,” jelas Yohanes.

Penumpang capai 56 orang

Pesawat Sriwijaya Air SJ18 Jakarta-Pontianak dipiloti Capten Afwan, dengan Co Pilot Diego.M. Sementara jumlah penumpang mencapai 56 orang.

“Sriwijaya Air SJ 182 pilot Cap.Afwan,Co.Diego.M,Cabin Crew: Dhika,Okky,Bisma,Mia.T,Gita L. tujuan Pontianak dengan jumlah penumpang : 56 penumpang, terdiri dari : 46 dewasa,7 anak-anak,3 bayi,” kata Humas Sriwijaya Air, Willy, Sabtu (09/01/2021).

Pesawat hilang contak dengan tower sesuai jadwal take off pukul 13.25 WIB. Sementara landing pukul 15.00 WIB.

“Sempat delay menjadi take off jam 14.14 landing jam 15.50 Wib,” ujar dia.

Management masih terus berkomunikasi dan menginvestigasi hal ini. Mereka segera mengeluarkan pernyataan resmi setelah mendapatkan informasi yang sebenarnya.

“Management masih terus berkomunikasi dan menginvestigasi hal ini dan akan segera mengeluarkan pernyataan resmi setelah mendapatkan informasi yang sebenarnya,” katanya kepada awak media, Sabtu (09/01/2021).

Diduga serpihan pesawat ditemukan

Serpihan Pesawat diduga Sriwijaya Air ditemukan di sekitar perairan Kepulauan Seribu.

“Dari nelayan dengar ledakan dikira suara petir, sekitar jam 12 lebih ada ditemuin serpihan-serpihan dari daging. Ada avtur dari dalam, kebetulan di situ kedalaman perairan 15-16 meter,” kata Komandan Kapal Trisula Kapten Eko saat wawancara dengan TvOne, Sabtu (09/01/2021).

Dia melanjutkan mereka mempunyai night vision inframerah untuk mengamati benda-benda di permukaan jika malam hari. Mereka pun sedang mengarah ke Pulau Lancang untuk mengecek laporan ihwal jatuhnya pesawat.

“Kita akan bergabung dengan masyarakat di sana,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi mengaku, menerima kabar adanya pesawat yang jatuh di sekitar lokasi daerahnya.

“Hanya informasi dulu, mungkin saat ini sedang ada pencarian infonya ada yang jatuh, meledak di Pulau Laki,” kata Junaedi, dalam keterangannya, Sabtu (09/01/2021).

Menurutnya, Pulau Laki berada di perbatasan Pulau Tidung dan Pulau Lancang. Informasi jatuhnya pesawat sendiri sekitar pukul 14.30 WIB.

“Iya (meledak), jangan terlalu ditanya kan saya juga baru informasi, belum tahu ke lapangan nggak semudah di darat,” katanya.

Riwayat kecelakaan Sriwijaya Air

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pesawat tipe itu terakhir kali kecelakaan pada 17 November 2013. Pesawat milik Tatarstan Airlines ini jatuh d Kazan, Rusia. Seluruh penumpang dan awak yang berjumlah 50 dilaporkan meninggal dunia.

Kemudian kecelakaan berikutnya dilaporkan terjadi pada pada 14 September 2008. Penerbangan milik Aeroflot jatuh di Perm. Seluruh penumpang dan awak yang berjumlah 88 meninggal dunia.

Sementara, kecelakaan pesawat Boing 737 secara umum terjadi paling banyak akibat salah navigasi. Yakni sebanyak 108 kasus dengan korban jiwa sebesar 2.802.

Menurut laman @flightradar24, pesawat Sriwijaya Air yang tengah hilang kontak dikabarkan pertama kali beroperasi pada Mei 1994. Atau saat ini berusia 26 tahun.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

20 Ribu Warteg Akan Tutup, Kowantara: Pemerintah Tolong Bantu

Read Next

Badai dan Salju yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya Melumpuhkan Spanyol