ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
25 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

20 Ribu Warteg Akan Tutup, Kowantara: Pemerintah Tolong Bantu

warteg

Konfirmasitimes.com-Jakarta (09/01/2021). Setidaknya 20.000 usaha warteg di Jabodetabek yang akan menutup operasional bisnisnya pada awal tahun ini.

Hal tersebut disampaikan Ketua Koordinator Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara), Mukroni, menyusul adanya gagal bayar dari pelaku usaha untuk memperpanjang sewa tempat.

“Di awal tahun ini ada kurang lebih 20.000 warteg yang akan tutup. Ini kan karena tak lepas dari ketidakmampuan pengusaha warteg untuk memperpanjang sewa tempat utamanya,” kata Mukroni, dalam keterangannya kepada media, Sabtu (09/01/2021).

Menurutnya, dampak pandemi covid-19 mengakibatkan terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Alhasil tingkat daya beli masyarakat termasuk pelanggan juga mengalami penurunan yang signifikan.

“Dari Covid-19 juga ini kan banyak orang kayak di PHK atau dikurangi karyawannya. Tentunya daya beli masyarakat juga turun banget, termasuk pelanggan kita juga kan yang banyakan pekerja,” terangnya.

Terlebih, imbuh Mukroni, dalam beberapa waktu terakhir sejumlah komoditas pangan utama mengalami kenaikan harga secara drastis. Sehingga membuat beban yang dipikul pelaku usaha warteg menjadi kian bertambah berat.

“Lebih parahnya juga kan semua harga pangan itu naik. Kayak cabai, sayur-sayuran, telor, dan kedelai juga naik belakangan ini. Ya ini beban banget jadinya,” keluh dia.

Mukroni menjelaskan, gagal bayar sendiri tak lepas dari terus turunnya pendapatan usaha sejak awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia, atau tepatnya pada Maret 2020 lalu. Lantaran pandemi ini turut membatasi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk kelompok pekerja yang merupakan pelanggan setia warteg.

“Bayar sewa yang sulit ini kan, karena kita pelaku usaha juga udah turun terus pendapatan dari Maret lalu (2020). Untuk turunnya (pendapatan) karena aktivitas masyarakat semuanya terbatas juga, kayak orang kerja juga kan udah jarang ke kantor otomatis kita kehilangan pelanggan,” terangnya.

Oleh karena itu, Mukroni meminta pemerintah pusat maupun daerah di wilayah Jabodetabek sudi untuk mau membantu dengan memberikan keringanan biaya sewa tempat. Sehingga kelangsungan bisnis warteg bisa lebih terjaga di masa kedaruratan kesehatan ini.

“Jadi, harapannya pemerintah pusat atau pemda di Jabodetabek itu mau membantu meringankan biaya sewa tempat. Ini kan biar warteg bisa tetap buka sih,” katanya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Warganet Salfok, Penjual Pentol Mirip Devano Danendra

Read Next

Fakta Terkini Sriwijaya Air Hilang Kontak