ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
22 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Mahfud MD Singgung HGU, Pengamat Tanya Solusinya?

Mahfud MD Singgung HGU, Pengamat Tanya Solusinya?

Konfirmasitimes.com-Jakarta (27/12/2020). Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, menegaskan, penguasaan ribuan hektare lahan oleh segelintir sebagaimana diungkapkan Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD solusinya apa ?.

“Tanpa dibuka Mahfud MD pun, kasus tersebut sudah banyak di-publish oleh akun-akun lain. Yang penting itu apa solusinya. Apa untungnya buat rakyat,” ungkap ujang kepada media, Sabtu (26/12/2020).

Ujang berpendapat semua itu terjadi karena ada pat-gulipat dan hanky panky dalam penguasaan aset tersebut oleh kelompok tertentu.

“Jika penguasaan ratusan hektare hak guna usaha (HGU) dikuasai kelompok-kelompok tertentu. Itu memang benar adanya. Gila memang. Segila pihak-pihak yang kongkalingkong dalam penguasaan aset negara tersebut,” ujar Ujang Komarudin.

Ujang pesimis persoalan pengusaaan tanah hak guna usaha (HGU) itu bisa diselesaikan dalam waktu empat tahun ke depan alias hingga berakhir masa jabatan Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Saya tak yakin jika kasus-kasus tersebut akan beres dalam 4 tahun ke depan. Sudah dari sananya jika ada oknum pejabat yang berkongkalingkong dengan pengusaha untuk sama-sama menguasai HGU yang jumlahnya ratusan ribu hektare tersebut,” pungkasnya.

Sebelumnya, Mahfud MD mengungkapkan rumitnya menyelesaikan persoalan pengusaaan tanah hak guna usaha (HGU). Namun, dia menegaskan bahwa masalah tersebut harus bisa diselesaikan.

Sy dpt kiriman daftar group penguasa tanah HGU yg setiap group menguasai smpai ratusan ribu hektar. Ini gila. Penguasaan itu diperoleh dari Pemerintahan dari waktu ke waktu, bkn baru. Ini adl limbah masa lalu yg rumit penyelesaiannya krn dicover dgn hukum formal. Tp kita hrs bisa,” tulis Mahfud di akun twitter @mohmahfudmd, Jumat (25/12/2020).

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Gubernur Sumsel, Pariwisata Pagar Alam Sangat Baik

Read Next

Kenduri Pantun, Pantun Warisan Budaya Tak Benda dunia