ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
16 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Ahli Ungkap Plastik Pengaruhi Kesehatan Manusia

sampah plastik

Konfirmasitimes.com-Jakarta (27/12/2020). Pencemaran plastik adalah salah satu masalah lingkungan yang paling penting untuk dibahas. Ilmuwan dari University of Aveiro (Portugal) dalam studi baru mereka sampai pada kesimpulan bahwa plastik berbahaya tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi tubuh manusia.

Dalam proses penguraian, plastik terurai menjadi mikro dan nanopartikel, yang berakhir di udara dan di air minum. Beginilah cara nanoplastik (yaitu partikel plastik yang sangat kecil) memasuki tubuh kita dan menyebabkan efek samping. Begitu berada di dalam tubuh, nanoplastik memengaruhi komposisi dan keanekaragaman mikrobioma usus, yang dapat membahayakan kesehatan kita. Perubahan mikrobioma usus menyebabkan perubahan pada sistem kekebalan, endokrin, dan saraf. Untuk mengetahui bagaimana nanoplastik dapat memengaruhi organisme hidup, para ilmuwan telah melakukan tes pada ikan zebra.

Hasil tes yang dipublikasikan dalam jurnal Science Bulletin menunjukkan bahwa nanopartikel plastik menyebabkan gangguan pada penyerapan ikan, reaksi inflamasi pada dinding usus, perubahan komposisi dan fungsi mikroflora, gangguan metabolisme dan penurunan respon imun. Para ilmuwan juga menemukan bahwa nanoplastik dapat terakumulasi dalam sel, menyebabkan perubahan gen seiring waktu.

Karena sebagian besar jalur neurologis, endokrin, dan imunologis dalam tubuh ikan ini serupa (meskipun jarak jauh) dengan manusia, para peneliti memperingatkan bahwa nanoplastik dapat memiliki efek negatif serupa pada tubuh kita.

Di masa depan, para ahli akan mempelajari pengaruh plastik pada sel manusia. Selain itu, berbagai metode untuk menghilangkan partikel nanoplastik dari air saat ini sedang diuji, namun sayangnya, sejauh ini hanya partikel besar yang berhasil diproses.

“Untuk mengatasi polusi plastik, gaya hidup manusia harus berubah, dan kebijakan harus didasarkan pada edukasi publik tentang risiko penggunaan plastik dan alternatif yang tersedia. Tindakan individu setiap orang juga penting, seperti menggunakan produk yang lebih ramah lingkungan dan mendaur ulang produk plastik,” kata Mariana Teles, penulis utama studi ini.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Dua Kapal China Memasuki Perairan Teritorial Jepang

Read Next

PM India Buka Suara kepada Petani yang Demo UU Baru