ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
21 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Usulan Darurat militer, Agar Mantan Pejabat Gedung Putih Tetap Berkuasa

Usulan Darurat militer, Agar Mantan Pejabat Gedung Putih Tetap Berkuasa

Konfirmasitimes.com-Jakarta (19/12/2020). Seorang mantan Penasihat Keamanan Nasional AS meminta Donald Trump menggunakan pengaruh militer untuk mengadakan pemilihan ulang di beberapa negara bagian dengan tujuan untuk tetap berkuasa.

Dalam wawancara dengan Newsmax kemarin, Michael Flynn mengatakan bahwa untuk mencegah Joe Biden mencalonkan diri sebagai presiden dan berkuasa di Gedung Putih, darurat militer Trump, mengutip situs Daily Mail. Buat di beberapa negara bagian.

Flynn menambahkan: “Di ‘negara-negara pertempuran elektoral’, jika Trump mau, dia dapat menggunakan kekuatan militernya dan mengadakan pemilihan ulang di negara-negara itu.” Ini bukan masalah yang tidak terduga. Orang-orang berbicara tentang darurat militer seolah-olah kita tidak pernah memiliki darurat militer. Darurat militer telah diberlakukan 64 kali.

Bertentangan dengan apa yang dikatakan Michael Flynn dalam wawancara dengan Newsmax, belum ada catatan seorang presiden AS yang menyatakan darurat militer dengan tujuan mengadakan pemilihan baru dalam sejarah negara ini.

Flynn telah menjadi pendukung dugaan kecurangan pemilihan Donald Trump dalam beberapa pekan terakhir. Flynn pertama kali men-tweet gagasan darurat militer pada awal Desember, yang segera ditolak oleh pejabat pertahanan dan pakar militer.

Bill Banks, seorang profesor di Syracuse University yang berspesialisasi dalam hukum konstitusional dan keamanan nasional, menyebut proposal Flynn tidak masuk akal dan bodoh.

Pensiunan Jenderal Angkatan Darat AS Flynn, yang sempat menjabat sebagai penasihat presiden pada tahun 2017, telah dijatuhi hukuman dua tahun penjara setelah mengaku bersalah atas dua tuduhan berbohong kepada FBI dalam penyelidikan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden 2016. , Diampuni oleh Trump pada 27 November.

Beberapa hari lalu, Michael Flynn juga mengklaim dalam pernyataannya bahwa masa jabatan mantan presiden (Trump) akan berlanjut 100% selama empat tahun ke depan.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Microsoft: Serangan Dunia Maya di AS Terjadi Juga di 7 Negara Lainnya

Read Next

Acara Haul di Ponpes Abuya Uci, Bareskrim Usut Dugaan Pelanggaran Prokes