ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
11 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Komnas HAM, Penyebab Beda Keterangan Keluarga dan RS Polri terkait Kondisi Jenazah Anggota FPI

Jenazah Anggota FPI Sudah Dimakamkan

Jenazah Anggota FPI Sudah Dimakamkan

Konfirmasitimes.com-Jakarta (18/12/2020). Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengungkap penyebab perbedaan keterangan anggota keluarga laskar FPI dengan pihak RS Polri yang melakukan autopsi terhadap enam jenazah anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) yang meninggal dalam bentrokan di KM 50 Tol Jakarta Cikampek, Senin (07/12/2020) dini hari.

Anam menyebut, pasti ada perbedaan kondisi jenazah yang diterima keluarga dengan kondisi saat diautopsi dokter.

“Pasti tidak ada kesamaan,” kata Anam kepada medi, Jakarta Pusat, Kamis (17/12/2020).

Menurut Anam, hal ini disebabkan dari waktu kematian yang berpengaruh dalam menentukan kondisi jenazah.

“Jadi kalau misal jamnya jenazah yang umurnya satu jam dengan yang umurnya satu hari pasti jenazahnya berbeda, posisinya berbeda, apakah sudah keluar lebam mayat ataukah tidak, pasti berbeda,” terang Anam.

Tak hanya itu, kondisi tubuh jenazah juga sangat dipengaruhi oleh makanan atau asupan gizi yang dia terima semasa hidup. Semua itu akan memengaruhi tampilan dan kondisi berkaitan dengan rentang waktu jenazah ditemukan.

Oleh karena itu kata Anam, pernyataan dari pihak keluarga korban dengan dokter yang melakukan autopsi memang akan berbeda. Jelas, akan ada perbedaan-perbedaan yang ditemukan oleh kedua belah pihak.

“Memang kalau ditanya apakah ada perbedaan antara satu dengan yang lain, harusnya berbeda. Kalau tidak berbeda malah aneh,” kata dia.

Anam juga juga menyampaikan soal perbedaan lubang peluru yang ditemukan pihak keluarga korban dengan dokter yang melakukan autopsi. Perbedaan ini kata Anam bisa terjadi karena pemahaman terkait peluru masuk dan peluru keluar.

“Di banyak peristiwa, termasuk juga di peristiwa ini ada perbedaan antara peluru masuk dan peluru keluar,” kata dia.

Selama pemeriksaan terhadap para dokter pun, pihaknya telah meminta ditunjukan foto asli dari jenazah sebelum autopsi dilakukan untuk kepentingan pemeriksaan secara menyeluruh.

“Kami ditunjukkan foto pertama kali sebelum tindakan dan itu adalah posisi paling penting, sehingga memang ya itu menunjukkan originalitas,” katanya.

“Kalau tadi tanya berapa jumlah lubangnya, di situlah kita mengetahui berapa lubang, bagaimana kondisi jenazahnya dan sebagainya,” lanjut Anam.

Meski begitu, Anam menolak memberi keterangan lebih lanjut terkait posisi lubang peluru dan jumlah detail lubang yang ditemukan di tiap tubuh jenazah anggota FPI itu.

“Kami tidak bisa menyebutkannya saat ini, karena kami harus mengkonsolidasi lagi data yang kami punya. Kan datanya ini tidak dari satu pihak,” kata Anam.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Rencana Rekayasa Lalu Lintas Sebab Adanya Aksi 1812

Read Next

Jadwal dan Lokasi Layanan Samsat Keliling Hari Ini, 18 Desember 2020