ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
18 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

PIP, Tahapan dan Besaran Bantuan

PIP, Tahapan dan Besaran Bantuan

Konfirmasitimes.com-Jakarta (17/12/2020). Program Indonesia Pintar (PIP) berupa pemberian bantuan kepada peserta didik usia 6-21 tahun yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan Kementerian Sosial.

Program ini ditujukan untuk peserta didik yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin yang memiliki Kartu Keluarga Sejahtera dan peserta Program Keluarga Harapan (PKH), dan yatim piatu, peserta didik yang mengalami kelainan fisik atau disabilitas, korban musibah, dari orang tua yang mengalami pemutusan hubungan kerja, di daerah konflik, dari keluarga terpidana, berada di Lembaga Pemasyarakatan, memiliki lebih dari tiga saudara yang tinggal serumah.

PIP ini dberikan secara bertahap dan reguler. Bantuan tersebut ditetapkan pemerintah sesuai kelas peserta didik dan langsung dikirimkan ke nomor rekening siswa.

“Pencairan PIP dilakukan secara bertahap ya, sejak Januari lalu sudah berjalan. Uangnya langsung disalurkan ke rekening tiap-tiap siswa. Pemberitahuannya dapat diakses seluruh Kepala Sekolah se-indonesia” kata Koordinator PIP Dikdasmen Kemendikbud Sofiana Nurjanah kepada media, Rabu (16/12/2020).

Dana PIP ini menurut Sofiana, dapat digunakan oleh peserta didik untuk membantu biaya personal pendidikan, seperti membeli perlengkapan sekolah atau kursus, uang saku, biaya transportasi, biaya praktek tambahan, serta biaya uji kompetensi. Selanjutnya, Sofiana meminta para siswa mendatangi bank yang penyalur dan melakukan penarikan bantuan berupa uang tersebut.

Berdasarkan situs https://pip.kemdikbud.go.id/ yang diakses pada Rabu (16/12/2020) pukul 20.00 WIB. Dari 100 persen besaran bantuan yang sudah disalurkan Kemendikbud kepada siswa, setidaknya 54,49 anggaran sudah dicairkan oleh siswa tingkat SD, 54,62 siswa SMP. Kemudian, 48,97 persen siswa SMA, dan 43,58 persen untuk siswa SMK.

Tahapan yang perlu dilakukan siswa untuk mendapatkan atau mencairkan dana bantuan PIP di tengah pandemi virus corona (covid-19)

Pertama, aktivasi rekening dilakukan oleh Kepala Sekolah yang diberikan kuasa oleh siswa penerima PIP sesuai Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Indonesia Pintar.

Kedua, pelaksanaan terjadwal, dalam artian kedatangan Kepala Satuan Pendidikan ke Bank penyalur dibatasi dan dijadwal untuk menghindari penumpukan antrian.

Ketiga, penyerahan dokumen persyaratan dari orang tua atau siswa kepada kepala satuan pendidikan dilakukan secara tidak langsung atau contactless.

Penyerahan dokumen dari/kepada sekolah kepada petugas bank juga dilakukan secara contactless. Sehingga siswa yang sedang mengikuti pembelajaran dari rumah tidak perlu pergi ke bank penyalur.

Bentuk Besaran Bantuan

Sebagai bantuan pendidikan, setidaknya ada empat bentuk besaran bantuan yang disesuaikan dengan tingkatan pendidikan yang sedang ditempuh peserta didik, yakni SD/SDLB/Paket A pada semester genap peserta didik kelas 6 akan mendapat bantuan Rp225 ribu, sedangkan kelas 1-5 akan mendapat Rp450 ribu.

Sementara pada semester gasal siswa didik kelas 1 akan mendapat bantuan sebesar Rp225 ribu, sedangkan kelas 2-6 mendapat bantuan sebesar Rp450 ribu.

Kemudian peserta didik SMPLB/Paket B, dalam masa semester genap peserta didik khusus kelas 9 akan mendapat bantuan sebesar Rp375 ribu. Sedangkan kelas 7-8 akan mendapat bantuan uang sebesar Rp750 ribu.

Kemudian pada semester gasal, siswa didik kelas 7 akan mendapat bantuan sebesar Rp750 ribu, sedangkan kelas 8-9 mendapat bantuan sebesar Rp375 ribu.

Selanjutnya peserta didik SMA/SMALB/Paket C, pada masa semester genap peserta didik khusus kelas 12 akan mendapat bantuan sebesar Rp500 ribu.

Sedangkan kelas 10-11 akan mendapat bantuan uang sebesar Rp1 juta. Kemudian pada semester gasal, siswa didik kelas 10 akan mendapat bantuan sebesar Rp500 ribu, sedangkan kelas 11-12 mendapat bantuan sebesar Rp1 juta.

Kemudian peserta didik SMK, dalam masa semester genap peserta didik khusus kelas 12-13 akan mendapat bantuan sebesar Rp500 ribu. Sedangkan kelas 10-11 akan mendapat bantuan uang sebesar Rp1 juta.

Kemudian pada semester gasal, siswa didik kelas 10 akan mendapat bantuan sebesar Rp500 ribu, sedangkan kelas 11-13 mendapat bantuan sebesar Rp1 juta.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Lokasi dan Jadwal SIM Keliling Hari Ini, Kamis 17 Desember 2020

Read Next

Mulai Cair, BSU 1,8 Juta untuk Tenaga Pendidik Agama