ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
11 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Komnas HAM Kumpulkan Bukti dari Jasa Marga, Apa Saja Itu?

Komnas HAM Minta Keterangan Kapolda Metro Hari Ini

Konfirmasitimes.com-Jakarta (17/12/2020). Tim penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta keterangan ke pihak Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek, Rabu (16/12/2020) untuk mengungkap kasus tewasnya enam laskar Front Pembela Islam (FPI).

“Permintaan keterangan itu sebagai tindak lanjut langkah Komnas HAM setelah bertemu dengan Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur.

“Tim Penyelidikan Komnas HAM RI hari ini, Rabu, 16 Desember 2020 telah melalukan follow up ke pihak Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek dengan pengambilan keterangan dan beberapa barang bukti,” tulis Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dalam keterangan tertulisnya kepada media, Rabu (16/12/2020).

Setelah itu, tim penyelidikan Komnas HAM akan melakukan pendalaman untuk memperkuat beberapa hal yang harus dirunutkan dalam kerangka dan konstruksi kasus tewasnya enam laskar FPI.

“Selain itu, tim juga telah melakukan pengecekan langsung di lapangan, untuk menindaklanjuti keterangan dari pihak Jasa Marga, guna mengonfirmasi, melihat langsung dan nantinya sebagai bahan untuk dilakukan analisa oleh tim,” ujar dia.   Komnas HAM, kata Aman, mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak yang sampai saat ini kooperatif dalam mengungkap kasus tewasnya enam laskar FPI.

“Semoga semakin banyak informasi yang dapat kami terima guna terangnya peristiwa,” ujar dia.  

Selain meminta keterangan pihak Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek, tim penyelidikan Komnas HAM melayangkan surat kepada Kabareskrim Mabes Polri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkaitan dengan langkah autopsi jenazah enam laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 Karawang.

“Tim Penyelidikan Komnas HAM RI, hari ini telah melayangkan surat panggilan kepada Kabareskrim Mabes Polri untuk meminta keterangan tambahan terkait proses otopsi”, kata Anam.

Surat kepada Listyo lebih ditujukan kepada dokter dari Mabes Polri. Komnas HAM ingin mendengar langsung keterangan dari para dokter kepolisian yang melakukan autopsi jenazah enam laskar FPI.

“Pemanggilan ini ditujukan kepada dokter yang melakukan otopsi jenazah 6 (enam) orang. Penting bagi Tim untuk mendapatkan keterangan tambahan guna pendalam baik prosedur, proses dan substansi otopsi yang dilakukan”, terang Anam.

Dilanjutkan oleh Anam, “Keterangan sebelumnya telah diberikan pada waktu pemeriksaan Kapolda Metro Jaya dan Reskrim Mabes Polri. Kami berharap komitmen keterbukaan yang telah disampaikan terimplementasi dengan baik”, pungkas Anam.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Mulai Cair, BSU 1,8 Juta untuk Tenaga Pendidik Agama

Read Next

Wanita 49 Tahun Ditangkap Polisi Gegara Hina Jokowi