ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
24 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Mahfud MD, Sipadan-Ligitan Lepas Hanya Soal Historik

mahfud md

Konfirmasitimes.com-Jakarta (16/12/2020). Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, buka suara terkait anggapan masyarakat bahwa pemerintah tidak mampu menjaga kedaulatan negara, terkait lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan. Menurutnya, permasalahan Pulau Sipadan dan Ligitan sama sekali tak ada kaitannya dengan pertahanan negara.

Mahfud menjelaskan, permasalahan lepasnya dua pulau yang berada di Selat Makassar tersebut bukan soal pertahanan, dan hanya sebatas sejarah dan yuridis.

“Kadang kala kita selalu mengeluh, Indonesia ini tidak mampu menjaga kedaulatan, kita sampai kehilangan Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan. Saya kira kehilangan Sipadan-Ligitan itu soal historik saja, soal yuridis, bukan soal pertahanan,” kata Mahfud, Selasa (15/12/2020).

Mahfud juga menceritakan, bahwa pemerintah Indonesia telah mendapatkan pulau baru pada 2017 di sekitar Aceh Barat. Menurutnya, luas daerahnya mencapai 2.000 kali lipat lebih luas dari Pulau Sipadan-Ligitan.

“Tetapi orang tidak pernah berpikir juga bahwa tahun 2017 itu pemerintah justru mendapat tambahan pulau baru di Aceh Barat sana yang luasnya 2.000 kali Pulau Sipadan-Ligitan. Ini kan seluas Pulau Madura misalnya, itu diperoleh, tetapi kita tidak pernah menyebut itu, apalagi memberi pujian,” tuturnya.

Mahfud pun mengajak seluruh pihak untuk menjaga kedaulatan negara dan bekerja sebaik mungkin. Menurutnya, untuk daerah atau pulau yang belum terintegrasi dengan Indonesia, kalau bisa dimiliki, maka akan diambil oleh Mahfud dengan cara baik-baik.(Baca juga: Soal Timur Leste, DPR Wanti-wanti Kasus Sipadan-Ligitan Tak Terulang )

“Jadi mari kita bekerja sebaik-baiknya. Yang ada kita jaga, yang belum teregistrasi dengan baik, kita ambil secara baik,” katanya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Tiga Kebijakan Pulihkan Ekonomi Akibat Covid-19 di Desa

Read Next

Asita, Banyak Pesanan Dibatalkan Sebab Diwajibkan Rapid Antigen