ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
11 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Kerugian Rp276 Miliar, Polri Bongkar TPPU Jaringan Internasional

Kerugian Rp276 Miliar, Polri Bongkar TPPU Jaringan Internasional

Konfirmasitimes.com-Jakarta (16/12/2020). Kasus kejahatan tindak penipuan pencucian uang (TPPU) jaringan international dengan modus business e-mail compromise (BEC) berhasil diungkap pihak Bareskrim Polri.

“Kasus kejahatan dengan modus email compromise yang merupakan kasus kejahatan lintas negara yang menjadi atensi dari FATF atau Financial Action Tax Force, selaku badan dunia yang dibentuk dalam penanganan kejahatan pencucian uang,” ujar Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers, Rabu (16/12/2020).

Sigit menuturkan kasus penipuan yang terkait Covid-19 dialami oleh Itali, Belanda, dan Jerman. Sementara terkait dana dan investasi, Argentina dan Yunani. Atas hal itu kasus ini ikut melibatkan sindikat internasional, yang salah satu otaknya dari warga negara Nigeria dibantu oleh warga negara Indonesia.

“Tentunya menjadi kewajiban kita bagaimana kemudian kita ungkap kasus ini untuk kemudian mengembalikan citra Indonesia di mata internasional terkait dengan masalah ini,” terang Sigit.

Kemudian menurut Sigit, kejahatan tersebut telah menjadi sorotan karena dilakukan dengan memanfaatkan masa Pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Dengan melakukan penipuan terhadap negara-negara yang saat ini sedang mencari alat-alat terkait dengan masalah pencegahan Covid-19.

“Baik berupa APD ataupun alat-alat rapid test. Terkait dengan kejahatan ini Bareskrim telah menangani 5 kasus melibatkan lintas negara. 3 kasus terkait dengan Covid-19 dan 2 kasus terkait transfer dana dan investasi,” kata Sigit.

Dijelaskan oleh Sigit, bentuk tindaklanjut Bareskrim Polri bersama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mendapatkan dimana korban dari modus operandi BEC ini perusahaan Belanda dengan nama PT Medipos medical spals BF

“Modus operandi dilakukan dengan cara mereka mengirim email terkait dengan perubahan nomor rekening, terkait dengan rencana pembayaran untuk memesan Rapid tes covid yang telah dipesan oleh WN belanda. Sehingga kemudian korban mentransfer dana ke rekening atas nama CP Bio sensor dimana ini perusahaan fiktif sejumlah 3.597.875 USD atau senilai Rp 52,3 miliar,” terang Sigit.

Dengan begitu, hasil kegiatan itu, Bareskrim polri telah berhasil mengamankan tersangka atas nama ODC alias Emeka dan tersangka lain berhasil diamankan yaitu Hafiz yang bertugas untuk membuat dokumen fiktif dan seolah-olah menjadi direktur perusahaan fiktif yang dibantu saudara Belen alias Dani dan Nurul alias Iren.

“Sehingga total kerugian yang ditimbulkan adalah kurang lebih dari rangkaian kegiatan mereka, sebesar Rp 276 miliar dan saat ini kita sita Rp 141 miliar,” kata Sigit.

Menurut Sigit, pada kasus tersebut sejumlah bukti berhasil disita seperti dokumen perusahaan fiktif dan uang senilai Rp27 Miliar.

“Sedangkan untuk kasus yang sekarang, kita bisa menyita dokumen perusahaan fiktif dari perusahaan tersebut dan uang hasil kejahatan sejumlah Rp 27 miliar ditambahkan seluruhnya dari rangkaian yang ada ternyata saudara Emeka dan Hermawan ini sudah beberapa kali melakukan kejahatan dengan modus yang sama,” lanjutnya.

“Perlu saya tekankan di sini bahwa, tersangka ini walaupun sudah vonis dan menjalani hukuman di rutan Serang namun ternyata di dalam rutan, yang bersangkutan terus melakukan kejahatannya dengan bekerja sama dengan kelompoknya yang ada di Nigeria dan kelompok-kelompok baru di Indonesia,” tambahnya.

Oleh sebab itu, para pelaku disangkakan dengan pasal 378 dan 263 KUHP Pasal 85 UU no 3 tahun 2011 tentang transfer dana. pasal 45 juncto pasal 28 tentang ITE dan pasal 55 serta pasal 56 KUHP dan juga pasal 3 pasal 4 pasal 5 dan pasal 6 atau pasal 10 UU no 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

“Terhadap masyarakat yang mendapati hal-hal tersebut atau merasa dirugikan karena modus yang serupa bisa segera melaporkan ke Bareskrim Polri untuk segera kami tindaklanjuti,” jelasnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Jokowi: Vaksin Gratis Dimulai Januari, PHP?

Read Next

Tiga Kebijakan Pulihkan Ekonomi Akibat Covid-19 di Desa