ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
19 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Asita, Banyak Pesanan Dibatalkan Sebab Diwajibkan Rapid Antigen

asita

Konfirmasitimes.com-Jakarta (16/12/2020). Sekretaris Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Bali Putu Winastra menyesalkan keputusan pemerintah mewajibkan syarat tes rapid antigen H-2 kepada calon wisatawan ke Bali.

“Yang perlu saya sampaikan, sangat disayangkan pemerintah memberlakukan aturan ini secara mendadak, last minute sekali. Ini memberikan dampak kebingungan dan kekecewaan terhadap calon wisatawan,” katanya kepada media, Rabu (16/12/2020).

Putu winastra menilai ‘mepetnya’ pemberitahuan telah menimbulkan kebingungan dan kekecewaan bagi calon wisatawan yang sudah jauh-jauh hari merencanakan kunjungan. Imbasnya, Putu menyebut banyak calon wisatawan dari luar Pulau Bali yang membatalkan perjalanan, terutama untuk mereka yang merencanakan wisata akhir tahun bersama keluarga.

Pasalnya, test rapid antigen cukup mahal, dibanderol di pasaran pada kisaran Rp500 ribu-Rp700 ribu per orang. Bayangkan jika harus ditanggung oleh keluarga beranggotakan 6 orang atau lebih, mau tak mau liburan pun harus dibatalkan.

Akan tetapi, Putu memaklumi pertimbangan lebih besar yang dilakukan oleh pemerintah, yaitu mengendalikan penyebaran covid-19 agar pada tahun depan Bali sudah bisa dibuka untuk wisatawan luar.

Putu memahami kebanyakan wisatawan lokal yang datang ke Bali adalah masyarakat Pulau Jawa yang berasal dari zona merah. Dan bisa menyebabkan timbulnya klaster baru di Bali pasca liburan.

“Sepertinya menurut kami Bali akan segera dibuka untuk wisatawan internasional, karenanya Bali perlu dijaga kondusifitasnya agar tidak terjadi klaster baru setelah musim liburan,” jelasnya.

Winastra tetap berharap pemerintah pusat dapat memberikan solusi atau jalan keluar yang tidak memberatkan calon wisatawan ke Bali dan tidak mencekik leher pelaku wisata yang memang menunggu momen natal dan tahun baru.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Mahfud MD, Sipadan-Ligitan Lepas Hanya Soal Historik

Read Next

S-500 Rusia Lebih Unggul dari Rudal Amerika?