ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
11 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Bahaya Rokok Elektrik Bagi Jantung Anda

Bahaya Rokok Elektrik Bagi Jantung Anda

Konfirmasitimes.com-Jakarta (15/12/2020). Tahukah Anda, meski rasa yang berbeda dari rokok elektrik, ternyata bisa menimbulkan efek negatif bagi jantung Anda.

Sebuah studi baru oleh para ilmuwan dari University of South Florida (AS) menunjukkan bahwa rasa yang menarik, yang mendorong banyak anak muda untuk melakukan vaping, dapat merusak jantung mereka.

Untuk mengetahuinya, para ahli melakukan percobaan pada sel jantung yang diabadikan dan pada tikus. Pertama, para ilmuwan menguji efek berbahaya dari tiga rasa rokok elektrik yang populer (buah, kayu manis, dan krim vanilla) pada sel otot jantung tikus (HL-1 adalah sel atrium yang diabadikan yang mampu berkontraksi secara spontan). Ketiga rasa itu ditemukan beracun bagi HL-1.

Kemudian, tiga jenis uap berbeda dari rokok elektrik diekspos ke sel otot jantung yang berasal dari sel induk berpotensi majemuk manusia. Jenis uap pertama, yang hanya mengandung pelarut, mengganggu aktivitas listrik dan detak jantung dalam sel. Kedua, dengan penambahan nikotin ke dalam pelarut, meningkatkan efek toksik. Nah, uap jenis ketiga, yang terdiri dari nikotin, pelarut, dan perasa krim vanilla, semakin meningkatkan kerusakan sel jantung.

“Eksperimen ini menunjukkan kepada kami bahwa bahan kimia penyedap yang ditambahkan ke perangkat vaping dapat meningkatkan bahaya dari nikotin.” kata Dr. Sami Nujayim, penulis utama studi ini.

Setelah bereksperimen dengan sel, para ilmuwan mulai mempelajari respons tikus muda yang sehat terhadap rasa dalam rokok elektrik. Hewan menghirup uap elektronik rasa vanilla 60 kali, lima hari seminggu, selama sepuluh minggu.

Hasil dari percobaan pada tikus hidup, yang diterbitkan dalam American Journal of Physiology-Heart and Circulatory Physiology , menunjukkan bahwa vaping mengganggu variabilitas detak jantung normal pada tikus, mengganggu kontrol sistem saraf otonom atas detak jantung. Selain itu, hewan yang terpapar uap rokok elektrik beraroma lebih rentan terhadap gangguan irama jantung yang tidak normal dan berbahaya yang dikenal sebagai takikardia ventrikel.

“Riset kami penting karena regulasi industri vaping masih berjalan. Penting untuk mempertimbangkan semua kemungkinan risiko dari merokok e-rokok untuk secara efektif mengatur industri sistem pengiriman nikotin elektronik,” Kata Dr. Nujayim.

Ke depannya, para ilmuwan akan terus menguji bagaimana vaping memengaruhi kesehatan jantung melalui penelitian pada manusia.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Momen Manis Pangeran William Kecil Merias Putri Diana

Read Next

Nelayan Antar 5 Kg Sabu, Jaksa Tuntut 20 Tahun Penjara