ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
11 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

AS Hapus Sudan dari Daftar Negara yang Mensponsori Terorisme

AS Hapus Sudan dari Daftar Negara yang Mensponsori Terorisme

Konfirmasitimes.com-Jakarta (15/12/2020). Amerika Serikat (AS) secara resmi telah menghapus Sudan dari daftar negara-negara sponsor terorisme, kata Menteri Luar Negeri Mike Pompeo , Senin (14/12/2020).

“Hari ini adalah hari bersejarah dalam hubungan bilateral AS-Sudan, karena dimasukkannya Sudan dalam daftar negara sponsor terorisme secara resmi dibatalkan,” tulisnya di Twitter.

Pada Senin pagi, Kedutaan Besar AS di negara itu mengumumkan bahwa Sudan secara resmi akan dihapus dari daftar.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump secara resmi mengumumkan kepada Kongres bahwa Sudan tidak lagi dianggap oleh eksekutif AS sebagai negara sponsor terorisme. Kesepakatan itu dicapai dengan imbalan kesepakatan Sudan untuk membayar $ 335 juta kepada para korban terorisme di Amerika Serikat.

Amerika Serikat memasukkan Sudan dalam daftar negara yang mensponsori terorisme pada 12 Agustus 1993, dan pada 1997 memberlakukan sanksi terhadap Khartoum, yang, khususnya, membatasi kemampuan bank Sudan untuk bekerja dengan mitra asing.

Setelah penggulingan oleh militer pada April 2019 Presiden Omar al-Bashir, yang memerintah Sudan selama 30 tahun, dan pembentukan Dewan Peralihan Sovereign dan pemerintahan baru, hubungan antara Khartoum dan Washington menjadi semakin hangat. Pada Agustus 2019, Perdana Menteri baru Sudan, Abdullah Hamduk, mengumumkan dimulainya negosiasi dengan Amerika Serikat untuk mengeluarkan negara-negara dari daftar pendukung terorisme AS.

Pada Maret 2020, kepala bank sentral Sudan mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah mengkonfirmasi “pencabutan semua bentuk sanksi ekonomi” yang sebelumnya diberlakukan di negara itu. Menurut bank sentral, sanksi telah dicabut terhadap 157 organisasi, tetapi mereka terus berlaku terhadap “sejumlah individu dan organisasi yang terkait dengan peristiwa di Darfur.”

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

PA Melarang Kritik Normalisasi Hubungan dengan Israel

Read Next

Mahmoud Abbas Bertemu Emir Qatar Bahas Negosiasi