ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
25 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Penangkapan Penyelundupan Obat Terbesar di Malaysia

Penangkapan Penyelundupan Obat Terbesar di Malaysia

Konfirmasitimes.com-Jakarta (14/12/2020). Badan Maritim Malaysia mengumumkan pada hari Minggu (13/12/2020) bahwa mereka telah menemukan lebih dari dua ton kristal metamfetamin senilai 105 juta dan 900 ringgit (setara dengan 262 juta dan 200 ribu dolar) dari sebuah kapal di pantai barat negara itu, dan merupakan penyelundupan narkoba terbesar yang telah ditemukan di Malaysia sejauh ini.

Malaysia telah menemukan dan menyita beberapa pengiriman besar metamfetamin kristal dalam beberapa tahun terakhir, mengutip US News.

Pengiriman yang ditangkap itu adalah bagian dari perdagangan obat terlarang bernilai miliaran dolar yang telah menyebar ke seluruh Australia, Asia Tenggara dan China, kata para pejabat.

Penemuan obat tersebut terjadi pada Rabu pekan lalu ketika petugas patroli menemukan kapal pesiar yang mencurigakan di Pulau Penang, kata Direktur Jenderal Badan Maritim Malaysia Mohammed Zubil Mat Sam .

Patroli Angkatan Laut Malaysia memerintahkan kapal yang mencurigakan untuk berhenti, tetapi satu-satunya penumpang kapal tersebut, seorang pria Malaysia berusia 26 tahun, menolak perintah penghentian tersebut dan kemudian pengejaran dimulai.

“Penghuni perahu kemudian terjun ke air dan mencoba kabur saat ditangkap,” kata Zubil .

Petugas patroli laut menemukan 130 kantong berisi 2.118 kilogram sabu yang disembunyikan di kantong teh Tiongkok. Tujuan dari pengiriman obat ini belum ditentukan.

Zubil juga mengatakan kepada Reuters sebelumnya pengiriman obat-obatan yang disita telah tertanam di dalam teh yang berasal dari Myanmar.

Badan Anti-Narkotika Malaysia adalah salah satu organisasi terbesar dengan lebih dari 6.000 karyawan dan agen yang terus-menerus memerangi narkotika.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Kapsul Cina dengan Bebatuan Bulan Kembali ke Bumi

Read Next

China Umumkan Langkah Baru untuk Mengatasi Perubahan Iklim