ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
11 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

IPW, Tembak 4 Laskar FPI Tanpa Borgol di Mobil “Janggal”

IPW, Tembak 4 Laskar FPI Tanpa Borgol di Mobil "Janggal"

Konfirmasitimes.com-Jakarta (14/12/2020). Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane menilai anggota Polri yang terlibat bentrok dengan laskar FPI di Jalan Tol Jakarta-Cikampek patut diduga telah melanggar prosedur operasi standar (SOP).

Neta S. Pane menjelaskan bahwa hal tersebut tergambar dari hasil rekonstruksi terbuka yang dilakukan oleh Bareskrim Polri di empat tempat kejadian perkara (TKP) yang tersebar di wilayah Kabupaten Karawang.

“Jajaran Polri harus mau menyadari bahwa terjadi pelanggaran SOP dalam kasus kematian anggota FPI pengawal Rizieq di KM 50 Tol Cikampek,” tulis Neta dalam keterangan tertulis, Senin (14/12/2020).

Pelanggaran prosedur itu bisa menyebabkan personel Polri tersebut dapat dikatakan terindikasi melanggar hak asasi manusia (HAM). Menurut Neta, terdapat tiga pelanggaran yang dilakukan, terutama saat polisi menembak mati empat anggota laskar FPI yang telah diringkus dan berada di dalam mobil. Tanpa diborgol adalah sesuatu yang aneh.

“Keempat anggota FPI yang masih hidup, setelah dua temannya tewas (versi polisi tewas dalam baku tembak) dimasukkan ke dalam mobil polisi tanpa diborgol. Ini sangat aneh, Rizieq sendiri saat dibawa ke sel tahanan di Polda Metro Jaya tangannya diborgol aparat,” tewrang Neta.

Sangat tak lazim apabila polisi mengendurkan penjagaan setelah terlibat baku tembak sebelumnya. Apalagi, mereka sedang membawa terduga pelaku yang terlibat dalam baku tembak itu (versi polisi telah terjadi baku tembak).

Menurut Neta, Petugas Polri tidak promoter sehingga menyebabkan meninggalnya laskar FPI yang tidak bersenjata. Dan terjadi penembakan dari jarak dekat.

“Polri yang seharusnya terlatih, terbukti tidak promoter (profesional, modern, terpercaya) dan tidak mampu melumpuhkan anggota FPI yang tidak bersenjata, sehingga para polisi itu main hajar menembak dengan jarak dekat hingga keempat anggota FPI itu tewas,” jelasnya.

Karena banyak kejanggalan yang terekspos, menurut Neta, pemerintah perlu membentuk Tim Independen Pencari Fakta sehingga kasus tersebut bisa menjadi terang.

IPW mendesak agar Presiden Joko Widodo memerintahkan pembentukan tim independen tersebut guna mengusut simpang siur informasi yang selama ini beredar di masyarakat.

“Jika Jokowi mengatakan tidak perlu Tim Independen Pencari Fakta dibentuk, berarti sama artinya bahwa Presiden tidak ingin kasus penembakan anggota FPI ini diselesaikan tuntas dengan terang benderang,” kata Neta.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Jaringan Internet Faktor Penting Digitalisasi Desa

Read Next

Pakai Bendera Indonesia, Kapal Ikan Asing Coba Kelabui Aparat