ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
11 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Waketum MUI Minta Polri Adil

Waketum MUI Minta Polri Adil

Konfirmasitimes.com-Jakarta (13/12/2020). Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas meminta Polri untuk berbuat adil dalam mempidanakan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Syihab. Ia mempertanyakan apakah pihak yang menimbulkan kerumunan yang banyak terjadi saat serangkaian gelaran Pilkada 2020 juga sudah dipidana?.

“Pertanyaan saya, kalau Habib Rizieq diinterogasi dan ditahan karena tindakannya itu apakah orang lain yang juga melakukan hal yang sama juga sudah diinterogasi dan ditahan? Kalau sudah berarti pihak kepolisian sudah menegakkan hukum dan keadilan dengan sebaik-baiknya,” kata Anwar Abbas dalam keterangan tertulis, Minggu (13/12/2020).

Jika sudah, maka polisi sudah menegakkan hukum. Jika belum, menurut Anwar, kepolisian telah bersikap tidak adil dan akan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Anwar berujar, jika itu yang terjadi maka hal tersebut bakal mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri ini, baik untuk saat ini maupun perkembangan ke depan.

Anwar meminta polisi membuka data korban jatuh sakit dan atau meninggal gara-gara kerumunan yang telah disebabkan Rizieq. Ia juga meminta polisi membuka data terkait pelanggaran protokol kesehatan sepanjang Pilkada 2020.

“Kerumunan sewaktu kampanye dan pencoblosan banyak terjadi. Pertanyaannya, siapa yang akan dijadikan tersangka dalam hal ini oleh pihak kepolisian?” ujar Anwar.

“Barangsiapa yang melakukan pelanggaran hukum yang sama maka mereka juga harus mendapatkan hukuman yang sama”, terangnya.

Sebagai negara hukum, lanjut dia, pelaku pemicu kerumunan dalam pilkada juga mesti diadili layaknya Rizieq. Jika hal ini sudah dilakukan, maka aparat sudah layak untuk disebut profesional. Namun jika sebaliknya, maka ia menganggap akan timbul masalah di kemudian hari.

“Tapi kalau mereka tidak bisa melakukan hal tersebut dengan baik dan dengan seadil-adilnya maka yang akan terjadi adalah bencana dan malapetaka dan itu jelas sama-sama tidak kita inginkan,” tandasnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Muktamar PPP Dilakukan Secara Virtual Dari 10 Zona Berbeda

Read Next

Tidak Gratis Lagi, Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar Berbayar Mulai Hari Ini