ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
23 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Siapa Haikal Hassan yang Dilaporkan Polisi Gegara Sumpah Demi Allah Bertemu Nabi Muhammad

Haikal Hassan Dilaporkan Polisi Gegara Sumpah Demi Allah Bertemu Nabi Muhammad?

Konfirmasitimes.com-Jakarta (13/12/2020). Dikabarkan mengaku melihat Nabi Muhammad, Ustadz Haikal Hassan dilaporkan ke polisi.

Tidak hanya mengaku, Haikal bersumpah demi Allah bertemu Nabi Muhammad.

Lewat unggahan Twitter Muannas Alaidid, laporan tersebut diketahui berasal dari sebuah rekaman suara yang mengaku dari Forum Pejuang Islam (FPI).

Dalam rekaman singkat itu, orang yang mengaku dari FPI tersebut menyampaikan akan melaporkan Haikal Hassan ke Bareskrim POLRI karena dugaan menyebarkan kabar bohong alias hoax.

Kabar bohong itu terutama ketika Haikal Hassan mengaku pernah bertemu Rasulullah ketika kedua anaknya meninggal dunia.

Melalui akun pribadinya, Muannas menuliskan agar pesan itu bisa disampaikan oleh warganet ke Haikal Hassan. Lantaran saat ini akun Haikal Hassan hilang seketika beberapa waktu lalu.

“Karena kabarnya akun Haikal Hassan hilang tolong sampaikan ini ke beliau,” tulis Muannas di Twitter.

“Kami dari FPI, Forum Pejuang Islam pada kesempatan ini akan melaporkan ke Bareskrim POLRI kepada yang terhormat ustaz Haikal Hassan karena dalam ceramahnya menyebarkan kebohongan,” bunyi rekaman tersebut.

“Untuk itu agar ucapan-ucapan yang sama seperti ustaz Haikal Hassan ini tidak terulang kembali maka atas izin Allah dan demi menjaga marwah Rasulullah agar tidak dilecehkan dan tidak dipas-paskan sesuai dengan kepentingan Haikal Hassan, maka dengan ini kami akan melaporkan kepada pihak yang berwajib, kepada Mabes POLRI,” lanjutnya.

“Nah untuk mempertanggungjawabkan ustaz Haikal Hassan maka satu-satunya cara adalah diseret ke pengadilan agar dia membuktikan bahwa dia bertemu Rasulullah. Ciri-cirinya Rasulullah itu kaya apa nah biar ustas Haikal Hassan yang membuktikan,” tambahnya.

Suara orang yang mengaku FPI itu juga menyebut kebohongan seperti yang diduga dilakukan Haikal Hassan tidak boleh dibiarkan terutama demi kepentingan pribadi maupun kelompoknya.

Sebab apabila dibiarkan yang lain juga akan berpotensi mengaku seperti dia dan itu sangat membahayakan umat.

“Yang mengatakan mimpi dan dibisiki Rasulullah ini kalau dibiarkan bahaya, bahaya, bahaya,” katanya.

Profil Haikal Hassan

Haikal Hassan Baras, dikenal ustadz dengan logat Betawi. Ia memiliki nama lengkap Ahmad Haikal bin Hassan bin Umar bin Salim bin Ali bin Syekh Ali bin Abdullah Baras.

Beberapa kali diketahui pernah menjadi bahan perbincangan warganet berkat cuitan-cuitan yang dilontarkan melalui akun media sosial Twitternya.

Pada 2018 lalu, pemilik akun Twitter @haikal_hassan ini pernah dilaporkan karena menyebut Habib bukan keturunan Nabi Muhammad melainkan keturunan Abi Thalib.

Sontak pendapat yang ia sampaikan melalui akun twitternya itu mengundang pro dan kontra di kalangan pengguna Twitter.

Karena berbagai kasus yang menyeret namanya ini, banyak warganet kini penasaran tentang profil Haikal Hassan Baras.

Nama Haikal Hassan Baras mulai menjadi buah bibir setelah aksi massa 2 Desember 2016.

Ia menjadi panitia persiapan aksi tersebut bersama ulama-ulama pemimpin organisasi massa Islam lainnya.

Seperti yang diketahui sebelumnya, aksi ini untuk mengawal fatwa MUI tentang kasus penistaan agama oleh mantan Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama.

Bahkan, dia menjadi juru bicara Presidium Alumni atau PA 212.

Sosoknya juga sempat dibahas ketika menjadi pembicara di salah satu acara yang diselenggarakan oleh Tokopedia.

Hal ini sempat meramaikan jagat dunia per-Twitter-an dengan adanya trending #uninstalltokopedia.

Tidak hanya itu, ia juga dituding terlibat dalam kasus pembobolan data Denny Siregar yang ramai diperbincangkan beberapa waktu lalu.

Harusnya, Haikal Hassan lahir di Jakarta pada 21 Oktober 1968. Namun, data tanggal kelahirannya diubah oleh orang tua saat ingin mendaftar sekolah. Perubahan itu membuat jati diri dia sulit terlacak.

Haikal mengatakan, “Ane orang Betawi, lahirnye tanggal 21, tapi dicatatnya (tanggal) 22. Bulannya Oktober, supaya bisa sekolah, dimuda-mudain tahun 1970, padahal tahun 1968.”

“Jadi udah nggak jelas. Kata ibu saya, saya lahir di Bogor, kata bapak saya di Jakarta. Udah, makin nggak jelas,” kata Haikal dalam video saat dirinya diundang sebagai penceramah tamu oleh Aa Gym, tahun 2018.

Diberitakan Haikal Hassan Baras menempuh seluruh pendidikan dasarnya (SD, SMP, SMA) di Ibu Kota Jakarta.

Lalu melanjutkan pendidikannya di Universitas Budi Luhur dengan mengambil jurusan Teknik Informatika.

Sebelum memulai pendidikan jenjang S1 nya ini, Haikal pernah menuntut ilmu di sebuah perguruan tinggi di Jeddah, Arab Saudi.

Namun, ia kembali ke Indonesia sebelum mendapatkan gelarnya tersebut.

Ia juga sempat menempuh pendidikan S2 di Perth, Australia namun ia juga tidak menamatkan pendidikan tersebut dan kembali ke Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi Bandung.

Haikal Hassan Baras pernah menjabat sebagai juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo dan Sandiaga Uno.

Kini, Haikal Hasan cukup aktif mengkritik kebijakan maupun kinerja pemerintah melalui akun Twitternya.

Tidak hanya itu, ia juga aktif menjadi pembicara dan bintang tamu dalam berbagai acara politik yang membahas tentang isu-isu publik, seperti Indonesia Lawyers Club.

Dalam setiap kesempatan-kesempatan tersebut, Haikal Hassan Baras selalu menyampaikan kritik tajamnya terkait pemerintah yang ia nilai gagal dalam menjalankan tugas.

Haikal Hassan tidak segan untuk mengkritik pemerintah secara spesifik, bahkan secara personal kepada satu pihak tertentu.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

KPU Pasaman Barat Adakan Pemungutan Suara Ulang

Read Next

Presiden Brasil Tak Mau Di Vaksin, Penolakan Vaksin Sinovac oleh Warga Meningkat Tajam