ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
18 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Sudah Cek Belum? Bantuan Subsidi Gaji 1,8 Juta Sudah Cair

Cek Bansos PKH Januari 2021 Disini, Gaji ke 13 Cair Hari Ini, Simak Faktanya

Konfirmasitimes.com-Jakarta (12/12/2020). Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau subsidi gaji senilai Rp 1,8 juta bagi guru non-PNS atau honorer kembali diluncurkan pemerintah Indonesia melalui Kementrian Agama (Kemenag).

Dikabarkan pencairan bantuan guru honorer mulai dilakukan sejak Jumat (11/12/2020) kemarin dan akan berlangsung hingga senin (14/12/2020).

Menurut laman resmi Kemenag, Senin (07/12/2020), penerima bantuan subsidi upah diantaranya atas guru bukan PNS pada RA/Madrasah dan guru Pendidikan Agama Islam bukan PNS di Sekolah Umum dengan total penerima sebanyak 636.381 guru.

“Hasil verifikasi akhir, total ada 542.901 guru bukan PNS pada RA/Madrasah yang akan menerima BSU. Selain itu, ada 93.480 guru Pendidikan Agama Islam bukan PNS di Sekolah Umum. Jadi totalnya ada 636.381 guru bukan PNS pada satuan Pendidikan Islam yang akan menerima BSU,” kata Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani, dalam keterangannya.

Dengan demikian, tidak semua guru honorer bisa mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU).

Karena penerima bantuan harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

  1. Memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).
  2. Berpenghasilan kurang dari 5 juta rupiah.
  3. Bukan penerima program pra kerja,
  4. Bukan penerima BSU lainnya, dan
  5. Tercatat pada Emis, Simpatika, atau SIAGA yang telah direview oleh Itjen Kemenag dan dipadankan dengan ddata penerima program Pra Kerja dan BSU lainnya melalui BPJS.

Cara mencairkan Bantuan Subsidi Rp 1,8 Juta dari Kemenag

Para penerima bantuan harus datang langsung ke Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Zain menjelaskan, penerima bantuan harus datang ke BRI.

“Datang ke Bank BRI. Dengan BRI dan khusus Banda Aceh dengan BRI Syariah. Kami berharap, Jumat ini sudah proses pencairan dan seterusnya,” kata Zain, Jumat (11/12/2020).

Zain menyampaikan, bahwa BSU Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil (GBPNS) 2020 ini disalurkan dengan rekening baru.

Pertama, guru akan menerima notifikasi pemberitahuan di laman Simpatika atau SIAGA.

Sekedar informasi, Simpatika adalah pusat data guru madrasah, sementara untuk Guru Pendidikan Agama Islam datanya ada di laman SIAGA.

Setelah mendapatkan notifikasi, guru penerima BSU bisa mencetak Surat Keterangan Penerima BSU GPNS 2020 yang bisa diunduh di laman Simpatika atau SIAGA.

Selain itu, guru juga diharuskan mencetak Surat Pernyataan dan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) di Simpatika untuk ditandatangani di atas materai.

Kemudian, guru datang ke kantor BRI/BRI Syariah untuk melakukan langkah selanjutnya. Adapun syarat-syarat yang perlu dipersiapkan dan dibawa adalah:

  1. KTP
  2. NPWP (jika sudah memiliki)
  3. Surat Keterangan Penerima BSU GBPNS 2020
  4. SPTJM yang sudah ditandatangani di atas materai

Kemudian, guru akan diminta untuk mengisi formulir pembukaan rekening baru di BRI/BRI Syariah.

Setelah itu, penerima BSU 2020 akan menerima buku rekening baru dan kartu ATM baru dari BRI/BRI Syariah. Bantuan tersebut bisa diterima melalui rekening baru tersebut, penerima juga bisa langsung mencairkannya ataupun memilih untuk ditabung.

Besaran BSU yang diterima sebesar Rp 600.000 per bulan selama 3 bulan (Oktober, November, dan Desember), tetapi karena saat ini sudah berada di bulan Desember, maka BSU akan dibayarkan sekaligus sehingga totalnya menjadi Rp 1,8 juta.

Sementara untuk guru yang memiliki NPWP wajib membayar Pajak Penghasilan sebesar 5 persen. Adapun bagi guru yang belum memiliki NPWP diwajibkan membayar pajak sebesar 6 persen.

Dibawah adalah beberapa website untuk mengecek status guru. Untuk guru penerima BSU Kemenag wajib terdaftar pada laman-laman berikut:

SIAGA: https://www.siagapendis.com/

Simpatika: https://simpatika.kemenag.go.id/madrasah

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Nasib Malang Ibu Tiga Anak di Sumsel, Tewas Terpanggang Dirumahnya

Read Next

Ilmuwan: Perawatan Mulut Kurangi Risiko Penyakit Jantung