ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
11 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Pilkada di Desa Tanjungsari Boyolali di Warnai Dengan Penerapan Protokol Kesehatan Yang Ketat

Salah satu pemilih memasukkan kertas suara di TPS

Salah satu pemilih memasukkan kertas suara di TPS

Konfirmasitimes.com-Jakarta (11/12/2020). Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) serentak yang dilakukan pada hari Rabu tanggal 9 Desember 2020, di laksanakan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Hal ini dilakukan mengingat waktu “coblosan” yang dilakukan masih dalam masa pandemi Covid-19. Begitu pula yang dilakukan oleh panitia Pilkada di Desa Tanjungsari Kecamatan Banyudono Kabupaten Boyolali, pelaksanaannya dijalankan sangat ketat dengan penerapan protokol kesehatan.

Pemerintah Desa Tanjungsari memantau jalannya pelaksanaan Pilkada
Pemerintah Desa Tanjungsari memantau jalannya pelaksanaan Pilkada

Dalam pantauan kontributor media konfirmasitimes.com, pelaksanaan Pilkada kali ini nampak berbeda, mulai dari undangan sampai pelaksanaan coblosannya. Nampak dalam undangan, pemilih diharuskan datang sesuai jam yang telah ditentukan oleh panitia setempat. Untuk pelaksanaannya  dibagi tiga waktu yakni pukul 07.00 – 09.00 WIB, 09.00 – 10.30 WIB dan 10.30 – 12.00 WIB. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan para pemilih yang datang.

“Sengaja dalam undangan kita cantumkan dengan beberapa waktu kedatangan calon pencoblos yang berbeda, dengan tujuan untuk menghindari kerumunan pemilih yang datang”, Ujar Bapak Eko, Sekertaris Desa Tanjungsari ketika ditemui awak konfirmasitimes.com pada Rabu (9-12-2020).

Cek suhu tubuh dilakukan sebelum masuk area “coblosan”
Cek suhu tubuh dilakukan sebelum masuk area “coblosan”

Lebih lanjut, terlihat dalam pelaksanaan Pilkada di TPS 01 Desa Tanjungsari, pemilih diharuskan mencuci tangan dengan sabun yang telah disiapkan pada setiap TPS (Tempat Pemungutan Suara) dan dilakukan cek suhu tubuh oleh Hansip setempat sebelum masuk kedalam area pencoblosan. Selain itu juga disediakan sarung tangan plastik bagi setiap pemilih untuk dipergunakan.

“Kita juga menyiapkan beberapa perlengkapan dalam penerapan protokol kesehatan, diantaranya tempat cuci tangan dan sabun, pengecekan suhu tubuh, sarung tangan plastik yang diberikan pada setiap pemilih yang datang”, ungkap Wawan, KPPS di TPS 01 Desa setempat.

Tempat cuci tangan dan sabun menjadi barang wajib
Tempat cuci tangan dan sabun menjadi barang wajib

Setelah melewati semuanya. Pemilih di haruskan menyerahkan undangan sesuai dengan waktu yang tertera dan mulai diberikan kartu suara untuk dilakukan pencoblosan di bilik yang telah disediakan panitia. Sedangkan untuk Desa Tanjungsari, panitia menetapkan lima TPS yang tersebar diseluruh desa dengan penerapan protokol kesehatan yang sama untuk semua TPS.

Antusiasme Pemilih

Meskipun pada Pilkada kali ini hanya terdapat satu pasangan calon Kepala daerah, tidak membuat surut warga masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya. Bagi warga masyarakat bukan masalah siapa nantinya yang bakal menjadi Kepala daerah setempat, namun dengan adanya pilkada setidaknya mereka bisa menyampaikan aspirasinya, apalagi momentum kali ini berbeda yakni ditengah pandemi Covid-19.

Salah satu pemilih memasukkan kertas suara di TPS
Salah satu pemilih memasukkan kertas suara di TPS

“Saya datang bersama istri untuk memilih calon Bupati kita, dan saya tahu hanya terdapat satu calon pasangan saja, namun Pilkada kali ini terasa berbeda karena dilaksanakan ditengah pandemi Covid-19”, ujar Ngadiyo, salah satu pemilih yang datang di TPS 01.

“Sedangkan siapa nanti yang menjadi Bupati, saya tidak begitu mempersoalkan dan yang penting amanah dalam mengemban tugasnya untuk mensejahterakan warga masyarakat Boyolali Khususnya”, timpalnya lebih lanjut.

Selain itu nampak berbondong-bondong para calon pemilih yang datang, namun mereka sangat sadar bahwa pelaksanaan Pilkada periode ini berbeda. Terlihat mereka secara tertib dan bergantian untuk cuci tangan, cek suhu tubuh, memakai sarung tangan dan nampak selalu menjaga jarak satu dengan yang lain dengan berbalut masker di wajah mereka.

Panitia Pilkada bersiap melayani pemilih yang akan mempergunakan hak demokrasinya
Panitia Pilkada bersiap melayani pemilih yang akan mempergunakan hak demokrasinya

Kesadaran warga masyarakat desa ini memang patut di contoh, selain sadar akan hak pilihnya, warga juga sadar betul akan pentingnya memutus rantai penularan wabah Covid-19 yang masih terjadi. Antusiasme warga dan panitia untuk mensuksekan Pilkada sudah nampak dari beberapa hari jelang coblosan dengan di buatkannya TPS yang representatif di tengah pandemi. Warga juga mulai terbiasa dengan penerapan protokol kesehatan, dengan adanya kesadaran dalam memakai masker dan selalu menjaga jarak satu dengan yang lain. 

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Viral, Suami Gendong Istri ke TPS

Read Next

Imam Syafi’i dan Ahlul Bait