ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
18 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Situasi Ekonomi Memburuk, Warga Irak Ramai-ramai Aksi Turun ke Jalan

irak

Konfirmasitimes.com-Jakarta (10/12/2020). Aksi demonstrasi terjadi di provinsi Sulaimaniyah di wilayah Kurdistan Irak utara, yang sudah dimulai tujuh hari lalu sebagai protes atas situasi ekonomi dan keuangan yang buruk, aksi tersebut masih berlanjut hingga Rabu (09/12/2020) kemarin di beberapa kota di provinsi itu.

Berdasarkan laporan dari media Irak, demo unjuk rasa telah dimulai tujuh hari lalu di provinsi Sulaimaniyah di wilayah Kurdistan Irak untuk memprotes penundaan pembayaran gaji dan situasi ekonomi yang buruk dan korupsi, dan secara bertahap meningkat intensitasnya selama bentrokan dan kekerasan. Sejauh ini, 7 orang tewas dan 16 lainnya luka-luka dalam protes di jalan.

Dalam kurun waktu tersebut, sejumlah markas berbagai partai di Provinsi Sulaimaniyah dibakar pengunjuk rasa.

Menurut sumber berita Irak, protes berlanjut Rabu malam, seperti hari-hari sebelumnya, sebagai protes atas penundaan gaji selama empat bulan dan situasi ekonomi yang buruk serta korupsi di kota Sayyid Sadegh, Beer Macron, Rania, Dukan, Qala-e Deze dan Jamjamal di provinsi Sulaimaniyah. Tidak ada bentrokan yang terjadi antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan sejauh ini.

Kantor PBB di Irak mengutuk kekerasan jalanan di provinsi Sulaimaniyah dan meminta pejabat Pemerintah Daerah Kurdistan Irak untuk melindungi kebebasan berekspresi.

Presiden Irak Barham Saleh juga menyerukan diakhirinya kekerasan di provinsi Sulaymaniyah, dengan alasan prinsip menjamin demonstrasi damai.

Masrour Barzani, kepala pemerintah lokal Wilayah Kurdistan Irak, hari ini meminta pemerintah pusat untuk menjaga keamanan dan stabilitas di seluruh wilayah dan menyerukan kepada pemerintah pusat untuk menyelesaikan krisis tunggakan, mencatat bahwa negara itu berada dalam fase yang sulit.

Dia juga menuduh beberapa pihak tanpa menyebut nama mereka dan berkata: “Beberapa pihak mencoba untuk menyalahgunakan protes dan mengalihkan jalan damai melalui sabotase.”

Untuk menyelesaikan masalah gaji pegawai di Wilayah Kurdistan Irak dan perselisihan dengan pemerintah pusat di Baghdad mengenai masalah keuangan, delegasi dari wilayah tersebut dipimpin oleh Ghobad Talabani, Wakil Perdana Menteri Pemerintah Daerah Kurdistan Irak, berangkat ke Baghdad pada hari Rabu untuk membahas masalah tersebut.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

China Serukan Pencabutan Sanksi Terhadap Iran

Read Next

Ilmuwan Rusia Peringatkan: Badai Matahari Melanda Berbagai Bagian Bumi