ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
11 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Muhammadiyah Desak Presiden Bentuk Tim Independen

Muhammadiyah Desak Presiden Bentuk Tim Independen

Konfirmasitimes.com-Jakarta (09/12/2020). Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM, Busyro Muqoddas menyampaikan pernyataan resmi PP Muhammadiyah agar Presiden Joko Widodo membentuk tim independen untuk mengusut penembakan yang menewaskan enam laskah Front Pembela Islam (FPI).

Pernyataan disampaikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM dan Kebijakan Publik Busyro Muqqodas, Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Trisno Raharjo, serta Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah Yono Reksoprodjo, Selasa (08/12/2020).

PP Muhammadiyah menyampaikan agar Presiden RI membentuk tim Independen untuk mengungkap kematian warga negara tanpa melalui proses hukum, agar terungkap secara jelas kejadian sebenarnya.

“Pengungkapan kematian warga negara tanpa melalui proses hukum yang lengkap perlu dilakukan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) atau Tim Independen yang sebaiknya dibentuk khusus oleh Presiden untuk mengungkap secara jelas duduk perkara kejadian sebenarnya”, desak PP Muhammadiyah.

PP Muhammadiyah juga menyarankan agar tim Independen yang dibentuk oleh Presiden tidak hanya terdiri dari unsur lembaga negara, akan tetapi juga harus melibatkan unsur masyarakat, profesi, dan unsur terkait lainnya.

“Tim Independen diharapkan beranggotakan unsur lembaga negara seperti Komnas HAM dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, unsur masyarakat, unsur profesi dalam hal ini Ikatan Dokter Indonesia,” kata Jubir

Menurut dia, tim tak hanya melakukan penyelidikan terhadap kasus penembakan enam anggota Laskar FPI , tetapi juga berbagai peristiwa meninggalnya warga negara akibat kekerasan dengan senjata api oleh petugas negara di luar proses hukum yang seharusnya, yakni melalui pengadilan. Seperti pada beberapa peristiwa kematian akibat senjata api, misalnya terhadap Pendeta Yeremia Zanambani di Papua, kematian Qidam di Poso, dan lainnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Jenazah Anggota FPI Sudah Dimakamkan

Read Next

Muhammadiyah, Perlu Autopsi dan Olah TKP oleh Tim Forensik Independen