ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
11 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Laskar FPI Tewas, Mantan Waka BIN Secara Teori Penguntitan Tidak Benar

Laskar FPI Tewas, Mantan Waka BIN Secara Teori Penguntitan Tidak Benar

Konfirmasitimes.com-Jakarta (09/12/2020). Mantan kepala BIN dan juga Wakil Ketua Umum PBNU (2010-2015) ikut terusik terkait terjadinya aksi kekerasan antara Polri dan FPI yang sampai menewaskan laskar FPI, sesuai teori tidak dibenarkan.

“Terjadinya aksi kekerasan antara beberapa anggauta Polri dg FPI di Karawang, mengusik sy utk berbagi ilmu ttg “penguntitan”. Istilah yg lazim dalam dunia intelijen adalah “penjejakan fisik” atau “ physical surveillance “. Tujuannya adalah utk mengetahui keberadaan lawan, Kata Kiai As’ad.

Kiai As’ad biasa dipanggil dikalangan NU, di akun sosmed-nya menegaskan, secara teori “penguntitan atau penjejakan fisik”, sekalipun dengan alasan melindungi diri karna yg dikuntit mengetahui dan melakukan penyerangan, cukup dilumpuhkan dan tidak boleh membunuh.

“Sesuai teori tetap tdk boleh membunuh, cukup melumpuhkan”, terang mantan Wakil Kepala BIN.

Kiai As’ad said ali juga menjelaskan penguntitat dengan kendaraan dilakukan minimal menggunakan dua kali lipat dari jumlah kendaraan yang diikuti.

“Kalau dengan mobil, minimal yang digunakan dua kali lipat dari jumlah mobil yg diikuti. Kalau lawan curiga,penjejak bisa membatalkan misinya atau menekan lawan untuk menghentikan mobil, tetapi tetap berpura pura tdk menjejaki ybs, misalnya mengatakan ada kesalah pahamanan”, jelasnya.

Kembali ditegaskan oleh mantan Waka BIN, penguntitan yang pada ahirnya menimbulkan aksi kekerasan apaplagi sampai menewaskan, misinya bukan penguntitan, ada misi lain atau karena kecerobohan petugas dilapangan yang menyebabkan pada ahirnya kondisi tidak terkendali. Dan hanya Allah SWT yang mengetahui kebenarannya.

“Kalau sampai terjadi aksi kekerasan apalagi pembunuhan, maka misinya bukan surveillance, tetapi ada misi lain atau kecerobohan petugas sehingga tdk terkendali. Walllahu a’lam”, tegas kiai As’ad.

Kiai As’ad berharap tim pencari fakta bisa transparan dan pada ahirnya bisa menjelaskan ke masyarakat, apa yang sebenarnya terjadi. Dan rakyat diminta tetap tenang.

Negara telah membentuk team pencari fakta. Semoga team bisa menjelaskan apa yang terjadi demi “ kebenaran”. Rakyat nggak usah ikut ikutan, jaga diri dari ancaman covid 19.

Dalam kesempatan tersebut kiai As’ad juga mengingatkan FPI untuk menjaga diri dari domplengan pihak-pihak diluar FPI.

“Menurut sy FPI yg perlu jaga diri, selepas HRS di luar negeri,banyak anggauta organisasi ekstrim yg ndompleng misalnya ormas yg tahun lalu dibubarkan”, terang kiai As’ad.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Lokasi dan Jadwal SIM Keliling Hari Ini, Rabu 9 Desember 2020

Read Next

Di Bekasi, Semburan Air Panas Tiba-tiba Muncul