ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
11 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Hamas Sebut Intifada Titik Balik Sejarah Rakyat Palestina

Warga Palestina di Tepi Barat Butuh Layanan Klinik Keliling

Konfirmasitimes.com-Jakarta (09/12/2020). “Gerakan Perlawanan Islam Palestina” (Hamas) pada hari Selasa 8 Desember 2020 mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada peringatan “Batu Intifada” (8 Desember 1987) bahwa intifada ini adalah titik balik dalam sejarah perjuangan rakyat Palestina.

Menurut Pusat Informasi Palestina, pernyataan Hamas melanjutkan bahwa rakyat Palestina mengorbankan nyawa mereka selama intifada dan menunjukkan kepahlawanan yang besar.

Hamas menambahkan dalam pernyataannya: “Intifada menghancurkan persamaan musuh dan membuktikan kepada dunia bahwa rakyat Palestina tidak akan menerima penindasan, tetapi akan menjadi model bagi bangsa lain dalam perjuangan untuk kebebasan.”

Gerakan tersebut menekankan bahwa rakyat Palestina banyak berkorban selama intifada dan membuktikan bahwa bangsa ini berakar di tanah airnya dan masih memegang teguh identitas nasionalnya dan tidak akan menyerah kepada penjajah.

Gerakan Hamas menyerukan persatuan rakyat Palestina mengingat bahaya dan konspirasi saat ini melawan Palestina.

Hamas menambahkan dalam pernyataannya bahwa perlawanan dalam segala bentuknya adalah hak rakyat Palestina yang tidak dapat dicabut dan pilihan strategis, dan bahwa kami tidak akan pernah menyerah.

Gerakan Perlawanan Islam Palestina menekankan bahwa realisasi persatuan dan kemajuan proyek nasional adalah di antara prioritas utama gerakan ini, dan menghadapi musuh Zionis dan rencana kolonialnya membutuhkan partisipasi semua kelompok dan arus politik, nasional dan agama Palestina.

Gerakan itu juga mengutuk keras dimulainya kembali hubungan dan kerja sama keamanan antara Otoritas Palestina dan rezim Zionis, menyebutnya sebagai pukulan besar bagi upaya untuk mencapai persatuan dan rekonsiliasi nasional Palestina.

Hamas juga mengutuk keras setiap normalisasi hubungan antara beberapa negara Arab dan Israel.

Intifadah Batu dimulai pada 9 Desember 1987 di Jabalya di Jalur Gaza dan kemudian menyebar ke kota, desa, dan kamp Palestina lainnya. Percikan pertama intifada adalah insiden di mana beberapa pekerja Palestina diinjak-injak oleh seorang sopir truk Zionis di dekat tembok Eriz. Tembok Besar telah memisahkan Jalur Gaza dari Wilayah Pendudukan Palestina sejak 1998.

Selama Intifada Batu, lebih dari 3.000 orang Palestina menjadi martir oleh pasukan pendudukan dan 160 Zionis dibunuh oleh kelompok Palestina.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Putri dan Menantu Trump Bersiap Meninggalkan Washington

Read Next

Tanggapan China Terhadap Sanksi AS: Kami Balas