ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
11 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Bahaya Remaja Idap Gangguan Tidur Kronis

Ahli Ungkap Cara Meningkatkan Kualitas Tidur Anda

Konfirmasitimes.com-Jakarta (09/12/2020). Gangguan tidur kronis pada masa remaja dapat menyebabkan depresi pada anak laki-laki dan perempuan, dan kurang tidur dapat mengubah reaktivitas stres pada anak perempuan, menurut penelitian baru dari Universitas Ottawa, Kanada.

Gangguan tidur merupakan pemicu stres yang cukup umum pada masa remaja. Paparannya yang berulang dapat menyebabkan tingginya kerentanan remaja terhadap depresi.

Untuk mengetahui bagaimana tidur dikaitkan dengan depresi pada masa remaja, para ilmuwan melakukan percobaan pada tikus. Mereka menguji perbedaan efek penundaan tidur berulang pada pria dan wanita, dan juga melihat bagaimana respons mereka terhadap stres berubah.

Penelitian ini melibatkan 80 tikus remaja dan dewasa (40 jantan dan 40 betina) yang tidurnya terganggu secara manual selama empat jam pertama dari setiap siklus istirahat atau dibiarkan tidur nyenyak selama delapan jam berturut-turut. Tikus itu kemudian diberi faktor stres sehingga ilmuwan bisa menilai perilakunya.

Hasil percobaan yang diterbitkan dalam jurnal Behavioral Brain Research , menunjukkan bahwa tikus remaja jantan dan betina menunjukkan perilaku depresi yang jauh lebih jelas setelah tujuh hari tidur terganggu, sedangkan tikus betina dan jantan dewasa tidak menunjukkan perilaku depresi dalam kondisi serupa. …

Setelah terpapar faktor stres, hanya tikus remaja yang mengalami peningkatan aktivitas di korteks prelimbik, yang terkait dengan strategi koping dan, setelah kurang tidur, dapat mengatasi gangguan. Ditemukan juga bahwa tikus betina remaja menunjukkan pelepasan hormon stres yang lebih tinggi dan aktivasi sel-sel otak yang sensitif terhadap stres.

“Hasil kami menunjukkan bahwa gangguan tidur selama masa remaja dapat meningkatkan kemungkinan depresi pada anak laki-laki dan perempuan. Selain itu, kurang tidur dapat meningkatkan kepekaan remaja putri terhadap penyebab stres lainnya,” Kata Nafissa Ismail, penulis utama studi tersebut.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Tanggapan China Terhadap Sanksi AS: Kami Balas

Read Next

Melirik Batumandi Budidaya Jamur Merang