ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
18 April 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

FPI Yakin Senpi yang Dijadikan Bukti Bukan Milik Laskar

Usul Dibentuk Tim Independen, Kronologi Tewasnya Enam Laskar FPI Simpang Siur

Konfirmasitimes.com-Jakarta (08/12/2020). Sektretaris Bantuan Hukum DPP FPI Aziz Yanuar berkeyakinan dua senjata api yang dijadikan bukti dalam kasus dugaan penyerangan terhadap anggota polisi itu bukanlah milik laskar khusus pengawal pentolan FPI.

“Kalau senpi dari kuasa hukum meragukan dan tidak meyakini hal tersebut,” kata Aziz di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (07/12/2020).

Aziz mengatakan bahwa tak sepatutnya senjata tajam itu direspons dengan lesatan tembakan senjata api.

Sementara itu, Aziz enggan berkomentar soal barang bukti lain berupa senjata tajam yang turut diamankan oleh polisi.

“Kita belum bisa komentar lebih lanjut karena masih akan mengecek. Tapi menurut hemat kami tidak seharusnya sajam direspon dengan senpi apalagi sampai menimbulkan kematian,” ungkapnya.

Peristiwa berdarah sebelumnya terjadi di KM 50 Tol Jakarta – Cikampek pukul 00.30 WIB dini hari tadi.

Enam orang yang diduga laskar khusus pengawal Rizieq tewas tertembak lantaran dituding melakukan penyerangan terhadap anggota polisi.

Berdasar informasi yang dihimpun konfirmasitimes.com, keenam laskar khusus pengawal Rizieq yang tewas tertembak adalah laki-laki dengan usia berkisar 20 sampai 26 tahun.

Mereka, yakni: Faiz Ahmad Syukur (22), Andi Oktiawan (33), M. Reza (20), Muhammad Suci Khadavi Poetra (21), Lutfhil Hakim (24), dan Akhmad Sofiyan (26).

Kapolda Metro Jaya menunjukan beberapa barang bukti, pada saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, diantaranya; dua senjata api, peluru, samurai, celurit, dan beberapa senjata tajam lainnya.

“Asli ini (senjata api) ada tiga yang sudah ditembakan. Hasil awal kelompok yang menyerang ini diidentifikasi adalah laskar khusus yang selama ini menghalang-halangi penyidikan,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

KPK Sebut Persoalan Utama dalam Penyelenggaraan Bansos

Read Next

Amnesty Internasional Minta Polisi Transparan Terkait Tewasnya Laskar FPI