ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
19 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Amnesty Internasional Minta Polisi Transparan Terkait Tewasnya Laskar FPI

Amnesty Internasional

Konfirmasitimes.com-Jakarta (08/12/2020). Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid, minta pihak kepolisian transparan mengungkap penembakan yang menewaskan enam laskar Front Pembela Islam (FPI).

“Polisi harus transparan mengungkap kejadian tersebut, terutama menyingkap penyebab terjadinya penembakan terhadap mereka. Jika polisi yang terlibat dalam insiden itu melanggar protokol tentang penggunaan kekuatan dan senjata api, mereka harus diungkap secara terbuka dan diadili sesuai dengan hukum dan hak asasi manusia,” kata Usman dalam keterangan tertulisnya, Senin (07/12/2020). 

Harus ada penjelasan soal petugas kepolisian yang terlibat dalam insiden tersebut. Mereka harus diidentifikasi jelas sebagai aparat penegak hukum sebelum melepaskan tembakan dan juga penggunaan senjata api. 

“Polisi seharusnya hanya dibolehkan untuk menggunakan kekuatan atau kekerasan, terutama dengan senjata api, sebagai upaya terakhir. Itu pun harus merupakan situasi luar biasa untuk melindungi keselamatan dirinya dan atau orang lain,” ujarnya. 

“Jika tidak, maka tindakan itu bisa tergolong unlawful killing,” tambahnya. 

Lebih lanjut, Usman juga menilai kalau penggunaan kekuatan, kekerasan dan senjata api yang melanggar hukum oleh polisi tidak bisa dibenarkan. Apalagi kalau terkait dengan pelanggaran protokol kesehatan. Dan meminta Komnas HAM, DPR RI aktif mengawasi.

“Komnas HAM harus ikut mengusut. Komisi III DPR RI juga perlu aktif mengawasi dan mengontrol pemerintah dan jajaran kepolisian,” tuturnya. 

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

FPI Yakin Senpi yang Dijadikan Bukti Bukan Milik Laskar

Read Next

Lokasi dan Jadwal SIM dan Samsat Keliling Hari Ini, 8 Desember 2020