ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
28 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Usul Dibentuk Tim Independen, Kronologi Tewasnya Enam Laskar FPI Simpang Siur

Usul Dibentuk Tim Independen, Kronologi Tewasnya Enam Laskar FPI Simpang Siur

Konfirmasitimes.com-Jakarta (07/12/2020). Simpang siur kebenaran kronologi tewasnya enam laskar Front Pembela Islam (FPI) menjadi pertanyaan publik hingga diusulkan untuk dibentuk tim independen untuk penyelidikan lebih lanjut.

Pengacara bantah FPI Serang Polri

Menurut Pengacara Front Pembela Islam (FPI), Sugito Atmo Prawiro, peristiwa tersebut sebenarnya, bukan FPI yang mendahului menyerang, justru pihak FPI yang ditembaki.

”Kami tidak tahu siapa yang menembaki itu. Kami tak kenal. Namun, yang jelas sekarang yang meninggal enam orang. Pihak Kapolda dalam rilisnya menyatakan seakan ada peyerangan dari laskar FPI. Padahal tidak begitu, kami malah diserang,” kata Sugito Atmo kepada media, Senin (07/12/2020).

Sugito juga membantah jika barang bukti dari pihak kepolisian berupa pistol beserta peluru, itu milik laskar FPI.

“Setahu saya, laskar FPI tidak pernah ada dan tidak diperbolehkan punya pistol. Sekarang kok tiba-tiba ada barang bukti pistol itu, ada apa? Pistol siapa itu,” kata Sugito.

Lebih lanjut, Sugito mendesak agar segera dibentuk tim independen untuk mencari tahu kejelasan dari peristiwa tersebut. ‘

‘Jadi untuk objektivitas maka harus dibentuk tim idenpenden. Untuk memastikan siapa pelaku dan siapa yang memulai,” kata Sugito.

Sekum FPI: Laskar FPI Dibantai

Sekretaris Umum Front Pembela Islam (Sekum FPI) Munarman peristiwa tewasnya enam laskar FPI sebagai tindakan pembantaian.

“Fitnah. Mereka (laskar FPI) dibantai itu,” kata Munarman, dalam keterangannya kepada media, Senin (07/12/2020).

Menurutnya Munarman menganggap ketika polisi menarasikan laskar FPI menembak penyidik Korps Bhayangkara, itu adalah fitnah.

Sebagaimana diketahui, Sebelumnya Polisi menuturkan bahwa laskar FPI melakukan penembakan ke arah penyidik Korps Bhayangkara di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 Karawang, Senin (07/12/2020) dini hari.

Usai terjadi penembakan, polisi merespons dengan melakukan tindakan tegas yang berujung pada tewasnya enam laskar FPI.

Munarman menegaskan, laskar FPI tidak memiliki senjata api. Karena itu, kata Munarman, tidak mungkin terjadi penembakan dari arah laskar FPI ke polisi.

“Tidak benar baku tembak. Anak-anak laskar, satu pun tidak ada yang memiliki senjata api,” kata Munarman.

Kronologi kejadian versi Kapolda

Sementara berdasarkan keterangan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran, peristiwa tewasnya enam laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 Karawang, berawal saat polisi melakukan penyelidikan terkait adanya informasi pengerahan massa saat Habib Rizieq hendak diperiksa atas dugaan pelanggaran protokol kesehatan hari ini.

Tim kemudian mengikuti rombongan kendaraan yang berisi Habib Rizieq.

Lalu ketika tengah mengikuti rombongan yang diduga terdapat Habib Rizieq, polisi tiba-tiba dipepet mobil.

Dugaan kuat, mobil yang memepet dari pengikut Habib Rizieq.

Sehingga baku tembak tak terhindarkan. Anggota kepolisian kemudian membalas tembakan itu.

“Ketika anggota PMJ mengikuti kendaraan yang diduga pengikut MRS, kendaraan petugas dipepet kemudian diserang dengan menggunakan senpi dan sajam,” kata Irjen Fadil Imran di Polda MetroJaya, Senin (07/12/2020).

Pembelaan Ketum FPI

Di dekat pintu Tol Karawang Timur pada Minggu (06/12/2020) malam. Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Shabri Lubis menyampaikan, preman tak dikenal menghadang rombongan mobil Rizieq Shihab

Dijelaskan oleh Ahmad, Rizieq beserta keluarga tengah berangkat menuju lokasi pengajian subuh khusus keluarga intinya. Shabri tak merinci lokasi pengajian demi keselamatan Rizieq dan keluarga.

“Bahwa semalam IB (imam besar) dengan keluarga termasuk cucu yang masih balita akan menuju tempat acara pengajian subuh keluarga sambil memulihkan kondisi,” kata Ahmad dalam keterangan tertulisnya, Senin (07/12/2020).

Dugaan sementara, Ahmad menyampaikan, penghadangan dilakukan preman sebagai bagian dari penguntitan untuk mencelakakan Rizieq. Preman itu, lanjut Ahmad, lalu melepaskan tembakan yang menyasar ke arah mobil laskar pengawal Rizieq.

Mobil tersebut ditumpangi enam laskar. Menurut Ahmad, hingga kini keenam laskar itu tidak diketahui keberadaannya.

“Satu mobil berisi enam orang laskar masih hilang diculik oleh para preman OTK (orang tidak dikenal) bertugas operasi,” jelas Ahmad.

Ahmad mengajak masyarakat untuk mendoakan keenam laskar dan Rizieq.

“Karena semalam jelas ada upaya penembakan terhadap rombongan beliau dan sampai saat ini masih enam orang laskar yang hilang diculik,” kata Ahmad.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Liburan ke Bali, Sempatkan Kunjungi Eksotisnya Desa Wisata di Tabanan

Read Next

Enam Laskar FPI Tewas, IPW Desak Dibentuk Tim Pencari Fakta Independen