ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
18 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Catat! Syarat Gunakan Sirekap

pilkada serentak 2020

Konfirmasitimes.com-Jakarta (07/12/2020). Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) meluncurkan petunjuk e-rekap atau Sirekap untuk rekapitulasi hasil perolehan suara Pilkada 2020.

Petunjuk Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) dimuat dalam keputusan KPU Nomor 597/PL.02.2-Kpt/06/KPU/XI/2020.

Sirekap memiliki dua fungsi. Fungsi pertama untuk membantu proses rekapitulasi hasil perolehan suara secara berjenjang. Selanjutnya, Sirekap menjadi media publikasi data hasil penghitungan suara. Data tersebut juga akan tersedia untuk setiap jenjang dan diketahui publik.

Data dimasukkan ke Sirekap menggunakan Sirekap Mobile. Data hasil penghitungan suara di TPS difoto lewat kamera lalu dikirim ke server. Dari situ data Sirekap diperiksa kesesuaiannya dengan membandingkan pada formulir model C.

Pelaksanaan Sirekap dilakukan berjenjang. Data penghitungan suara TPS terekam di Sirekap Web Kecamatan. Data dari kecamatan ini menjadi basis data yang dipakai KPU Kabupaten/Kota dan KPU Provinsi.

Data kecamatan menjadi data awal di rapat Pleno Rekapitulasi tingkat kecamatan. Data hasil rekapitulasi kecamatan kemudian digunakan sebagai data awal rekapitulasi di tingkat Kabupaten/ Kota oleh KPU Kabupaten/Kota. Sementara untuk pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, hasil rekapitulasi KPU Kabupaten/Kota dipakai menjadi data awal rekapitulasi di tingkat provinsi oleh KPU Provinsi.

Persyaratan penggunaan Sirekap

Penggunaan Sirekap memiliki persyaratan yang harus dipenuhi. Ada tiga persyaratannya yaitu sumber daya manusia (SDM), perlengkapan dan formulir.

1. SDM Sirekap

Sumber daya manusia untuk Sirekap dibagi menjadi beberapa jenjang:

  • Tingkat TPS. Pengguna Sirekap terdiri dari dua anggota KPPS yaitu satu orang pengguna utama Sirekap Mobile dan satu orang pengguna cadangan Sirekap Mobil
  • Tingkat Kecamatan. Pengguna Sirerap terdiri dari satu orang pengguna Sirekap Web dan satu orang pengguna Sirekap Mobile. KPU Kabupaten/Kota. Ada 5 pengguna Sirekap di tingkat KPU Kabupaten/Kota. Mereka adalah komisioner, user, koordinator, verifikator Sirekap, dan operator.
  • KPU Provinsi. Sirekap digunakan KPU Provinsi oleh komisioner, user, koordinator, dan operator.
  • KPU Pusat. Di KPU Pusat, penggunaan Sirekap oleh komisioner dan admin Sirekap

2. Perlengkapan Sirekap

Sirekap setidaknya didukung oleh lima perlengkapan agar fungsinya memadai. Perlengkapan tersebut adalah:

  • Ponsel pintar di TPS untuk aplikasi Sirekap Mobile. Minimal spesifikasi yaitu kamera bersolusi 5 megapiksel, RAM 2GB, dan OS Android 4.4 Kitkat atau di atasnya;
  • Personal Computer (PC) atau laptop di PPK, KPU Kabupaten Kota, dan KPU Provinsi. Spesifikasinya processor minimal Core i5, RAM minimal 4 GB, hard disk minimal 1TB, dan operating system (OS) Microsoft Windows 10 original. PC atau laptop tidak boleh ada terinstal sosial media dan dipasang antivirus terbaru;
  • Printer;
  • Scanner;
  • Ruangan penyimpan dokumen yang wajib dijaga keamanannya hingga masa rekapitulasi penghitungan.

3. Formulir Sirekap

Dalam rekapitulasi penghitungan perolehan suara, ada empat jenis formulir yang dipakai. Formulir tersebut adalah Fomulir Model C Hasil-KWK, Formulir Model D Hasil Kecamatan-KWK, Formulir Model D Hasil Kabupaten/Kota-KWK, dan Formulir Model D Hasil Provinsi-KWK.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Protes di Minsk, Lebih dari 300 Demonstran Ditahan

Read Next

Festival Film Internasional Hainan dibuka di Sanya