ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
16 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

KPI Minta Penyiaran Hitung Cepat Usai TPS Tutup

pilkada serentak 2020

Konfirmasitimes.com-Jakarta (06/12/2020). Hitung cepat atau quick count Pilkada Serentak 2020 diminta untuk tidak disiarkan terlalu buru-buru.

Menurut Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), berdasarkan Surat Edaran Nomor 447/K/KPI/31.02/09/2020, penayangan quick count baru bisa dilakukan mulai pukul 13.00 waktu setempat.

“Penayangan hasil hitung/quick count dapat dilaksanakan setelah Tempat Pemungutan Suara (TPS) ditutup pada pukul 13.00 waktu setempat,” kata Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi Purnomo dalam sebuah diskusi, Sabtu (05/12/2020).

Mulyo meminta lembaga penyiaran perlu ikut mengawasi jalannya pemungutan suara. Selanjutnya, melaporkan apabila menemukan adanya potensi-potensi kecurangan yang dilakukan calon kepala daerah maupun partai politik pengusung jelang pencoblosan.

“Ini penting untuk diingatkan, harus berani melaporkan jika menemukan pelanggaran baik itu manipulasi politik, pemaksaan suara, operasi fajar dan sejenisnya,” terang Mulyo.

Lebih lanjut, ditekankan Mulyo, hasil hitung cepat yang dapat disiarkan hanya dari lembaga yang sudah terakreditasi dan terpercaya. Penayangan hasil hitung cepat juga harus memperhatikan kaidah ilmiah.

“(Lembaga penyiaran) Tidak menayangkan jajak pendapat peserta Pilkada Serentak 2020 saat pemungutan dan penghitungan suara,” kata Mulyo.

Sebagai informasi, Pilkada Serentak 2020 akan digelar di 270 wilayah di Indonesia meliputi, 9 Provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Pemungutan suara Pilkada 2020 mulanya akan digelar pada 23 September. Namun, hari pencoblosan diundur menjadi 9 Desember 2020 akibat Covid-19.

Adapun tahapan kampanye Pilkada 2020 akan berakhir pada Sabtu, 5 Desember 2020. Lalu, tahapan kampanye akan memasuki masa tenang yang dimulai pada 6 hingga 8 Desember 2020.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Kemenlu Protes Keras ke Dubes Inggris terkait Benny Wenda

Read Next

Menlu Retno: Taliban dan Afghanistan Bisa Damai