ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
19 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Kemenlu Protes Keras ke Dubes Inggris terkait Benny Wenda

Kemenlu Protes Keras ke Dubes Inggris terkait Benny Wenda

Konfirmasitimes.com-Jakarta (06/12/2020). Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyatakan telah memanggil Duta Besar Inggris di Jakarta, Owen Jenkins pada Jumat (04/12/2020) terkait Benny Wenda.

Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah mengatakan Kemenlu telah menyampaikan protes keras kepada Pemerintah Inggris melalui Jenkins atas pembiaran Ketua Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat atau The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda yang menetap di Inggris menyebarkan disinformasi, fitnah, menghasut, dan mendalangi berbagai aksi kriminal dan pembunuhan di Papua.

“Dubes Inggris menjanjikan akan menyampaikan protes keras Indonesia tersebut. Dubes Jenkins juga menegaskan posisi pemerintah Inggris atas kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI,” ucap Faizasyah dalam keterangan resmi, Sabtu (05/12/2020).

Protes keras dilakukan setelah Benny di Inggris mendeklarasikan kemerdekaan Papua dan pembentukan Pemerintahan Sementara Papua Barat sekaligus menyatakan sebagai pemimpinnya melalui situs resmi ULMWP.

Dalam deklarasi itu, Benny mengatakan pihaknya akan menerapkan konstitusi sendiri dan tidak akan tunduk pada pemerintahan Indonesia.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengutuk langkah Benny tersebut dan mendesak pemerintah mengambil aksi nyata menindak tindakan separatisme tersebut.

Ketua MPR Bambang Soesatyo menyampaikan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi perlu memanggil Dubes Inggris untuk meminta mereka menjelaskan posisinya berkaitan dengan Papua dan Indonesia. Ia juga meminta agar Retno menyampaikan nota diplomatik untuk menegaskan posisi Indonesia di Papua.

Diketahui, Benny Wenda selama ini dikenal sebagai tokoh pro-kemerdekaan Papua. Ia sempat ditahan karena terlibat demonstrasi pro-kemerdekaan Papua dan pengibaran bendera bintang kejora pada 2002 lalu. Namun, Benny kabur dari penjara lalu berdomisili di Inggris sejak 2003.

Pemerintah sempat berupaya mengekstradisi Benny ke Indonesia melalui pengajuan red notice ke Interpol pada 2011 lalu. Namun, Interpol mencabut status itu setahun kemudian.

Tak tinggal diam, Indonesia terus melakukan pendekatan kepada Inggris, terutama pihak kepolisian, untuk membantu menangkap Benny.

Selama ini, Inggris dianggap diam terkait status warga negara Benny. Sebab, Benny disebut pernah mengajukan suaka politik ke negara Eropa Barat tersebut.

Lalu, pada 2019, Inggris menolak membeberkan status kewarganegaraan Benny dan tak menjawab perihal permintaan suakanya diterima atau tidak.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Benny Wenda Disebut Makar

Read Next

KPI Minta Penyiaran Hitung Cepat Usai TPS Tutup