ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
21 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Korban Kekerasan Anak Dibawah Umur di Bondowoso Alami Trauma

Korban Kekerasan Anak Dibawah Umur di Bondowoso Alami Trauma

Konfirmasitimes.com-Jakarta (05/12/2020). Korban kekerasan anak di bawah umur Akmalul Islam (11 Tahun) warga Desa Jetis, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengalami trauma setelah mengalami kekerasan fisik dengan cekikan.

Disampaikan oleh Siti Mafgroh (28 Tahun), Ibu korban kekerasan anak di bawah umur, kepada media, Jumat (04/12/2020).

Lebih lanjut, Siti Mafgroh, mengatakan, bahwa setelah kejadian itu anaknya sering mengalami ketakutan.

Lebih lanjut, Siti Mafgroh, mengatakan, bahwa setelah kejadian itu anaknya sering mengalami ketakutan.

Katanya, Akmal selalu ingat kepada waja pelaku saat lehernya dicekik.

“Anak saya selalu ingat pada wajah Riwadi ketika saat dicekik,” ungkapnya.

Dia menuturkan, korban juga ketakutan ketika hendak mau bepergian, karena takut bertemu dengan pelaku di jalan.

“Anak saya masih serba ketakutan, soalnya pelaku masih sering berkeliaran di sekitar rumahnya,” ungkapnya.

Dia mengaku, sudah berusaha meyakinkan anaknya agar tidak ketakutan, namun tetap saja ia katanya selalu ingat pada wajahnya pelaku kekerasan itu.

Sebelumnya dilaporkan, Seorang anak berinisial AI (11 Tahun) Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengalami kekerasan fisik dengan yang diduga dilakukan oleh tetangganya sendiri berinisial R.

Orang tua korban berinisial B warga di Kecamatan Curahdami itu mengaku sudah melapor ke Polsek setempat terkait perihal dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap anak di bawah umur.

“Kami sudah melaporkan R ke Polsek Curahdami pasca kejadian itu. Sampai saat ini tidak ada kepastian hukum tentang kasus itu. Kami juga sudah mendapat surat perihal perkembangan penyelidikan tertanggal 28 Agustus 2020,” ungkapnya pada media, Rabu (02/12/2020).

Lebih lanjut, Orang tua korban mengatakan, saat membuat laporan anaknya juga sudah dilakukan proses visum di rumah sakit Bhayangkara Bondowoso.

Dia menjelaskan, pada leher anaknya terdapat bekas luka cekikan, ada memar bekas kuku tangan pelaku dan saksi-saksi sudah dimintai keterangan oleh pihak Polsek.

“Kami sebagai masyarakat awam cuma meminta kepastian dan keadilan hukum kepada pihak kepolisian, khususnya Polsek Curahdami, karena sampai saat ini masih tidak ada proses yang jelas, terkait kasus tersebut,” ujarnya.

Dia menceritakan, anaknya dicekik saat membeli jajanan cilok bakso di dekat rumah pelaku.

“Selesai pulang belajar mengaji di musala 19.00 WIB, anak saya beli bakso, sampai di rumah dia menangis. Saya tanya ia bilang dicekik oleh R yang tidak jelas apa sebabnya,” ujarnya.

Pasca kejadian itu, kata dia, langsung datang ke Polsek Kecamatan Curahdami, kemudian membuat laporan dan melakukan proses visum. Tapi sampai saat ini belum dapat kepastian hukum, meski pelaku sering berkeliaran.

“Kami cuma minta keadilan, kami sebagai orang tau sakit hati dan tidak terima anak kami dianiaya,” tutupnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Amerika Serikat Memberlakukan Pembatasan Visa Pada Anggota Partai Komunis China

Read Next

Konvoi Militer AS Memasuki Suriah dari Irak