ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
21 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Kapolda Metro Ultimatum Pelaku Kasus Video Azan

Kapolda Metro Ultimatum Pelaku Kasus Video Azan

Konfirmasitimes.com-Jakarta (05/12/2020). Kapolda Metro Jakarta Irjen Fadil akan mengejar ke sampai ke lobang tikus menangkapi semua pelaku terkait seruan jihad yang diselipkan melalui azan, ultimatum Fadil imran kepada para pelaku kasus video azan ‘Hayya Alal Jihad’ yang kini masih buron. 

“Akan kami kejar terus. Mau sembunyi di lobang tikus juga akan saya kejar,” kata Fadil di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (04/12/2020).

Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya sebelumnya telah menciduk satu pelaku penyebar video Hayya Alal Jihad. Pelaku merupakan seorang pria berinisial H (22).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, H ditangkap di Cakung, Jakarta Timur, Kamis (3/12) pagi. Dia ditangkap lantaran terbukti secara masif menyebarkan video provokatif adzan Hayya Alal Jihad melalui akun Instagram @hashophasan.

“Pada tanggal 29 November 2020 pukul 22:19 WIB memposting empat video dengan narasi ”Ustaz Al-Ghifari Banten, ponpes Habib Bahar, pasuruan dan wilayah lain.. Semua #seruan #jihad #muslim,” kata Yusri.

Dari hasil penyidikan sementara, diketahui bahwa H memperoleh video azan Hayya Alal Jihad dari grup WhatsApp Forum Muslim Cyber One (FMCO News).

Kekinian, penyidik masih mendalami pelaku pembuat video adzan Hayya Alal Jihad hingga keterlibatan grup WhatsApp FMCO News dalam kasus tersebut.

“Kami terus profiling siapa pembuat ini, kita terus lakukan penyelidikan,” katanya.

Kekinian, penyidik telah menetapkan H sebagai tersangka. Dia dipersangkakan dengan Pasal 28 Juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 156a KUHP dan atau Pasal 160 KUHP dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Konvoi Militer AS Memasuki Suriah dari Irak

Read Next

Tarif Listrik Januari-Maret 2021 Tidak Naik