ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
21 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Dituntut 2 Tahun, Djoko Tjandra Ajukan Pleidoi

Dituntut 2 Tahun, Djoko Tjandra Ajukan Pleidoi

Konfirmasitimes.com-Jakarta (05/12/2020). Djoko Tjandra bakal ajukan nota pembelaan atau pleidoi dalam persidangan lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada Jumat (11/12/2020).

“Pada agenda selanjutnya kami akan melakukan nota pembelaan terhadap klien kami. Terhadap tuntutan yang dibacakan oleh JPU, kami akan sanggah semua dalam nota pembelaan atau pleidoi kami,” kata kuasa hukum Djoko Tjandra, Krisna Murti usai pembacaan tuntutan oleh JPU pada Jumat (04/12/2020).

Menurut Krisna, tuntutan jaksa terhadap Djoko Tjandra tidaklah sesuai, jika disebut Djoko sebagai inisiasi dalam pembuatan surat keterangan Covid-19, surat kesehatan dan surat izin jalan yang sebagai menjadi perkara surat jalan palsu.

“Diutarakan pada Anita waktu itu adalah menjadi lawyernya, dimana dia (Djoko) melakukan tes Covid? Di RS di Kalimantan kata Anita. Artinya di Pontianak dia minta petunjuk. Dimana dia bisa melakukan tes Covid-19,” katanya.

“Lalu, setelah itu, anita ketemu Prasetijo, dan Prasetijo lah yang mengatakan “semua diberesin”. Semua akan menjadi tanggung jawab dia terkait masalah surat itu. Selesai di situ,” tambah Krisna.

Oleh karena itu, Krisna mengklaim, jika kliennya bukanlah penginisiasi dalam perkara surat jalan palsu ini. Karena kliennya tidak pernah mengetahui bukti fisik dari surat tersebut, dan hanya meminta petunjuk.

“Klien kami tidak mengetahui keberadaan surat itu, isinya salah. Lihat saja tidak pernah, mana mungkin tahu isinya,” jelasnya.

Kemudian, dalam persidangan jika Hakim Ketua Muhammad Sirat telah memutuskan untuk sidang dilanjutkan pada Jumat, 11 Desember 2020, dengan agenda pembacaan pleidoi dari terdakwa terhadap tuntutan JPU.

Djoko Tjandra Dituntut 2 Tahun

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yeni Trimulyani menuntut terdakwa Djoko Tjandra dengan hukuman dua tahun penjara dalam pembacaan tuntutan perkara surat jalan palsu di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada Jumat (4/12).

“Menuntut agar majelis hakim memutuskan agar Djoko Tjandra, alias Joko Sugiarto Tjandra atau Djokcan telah terbukti dan menjatuhkan hukuman kepada Joko Suagiarto Tjandra dengan pidana penjara selama dua tahun,” ujar Jaksa Yeni saat pembacaan tuntutan.

Hukuman tersebut diberikan jaksa dengan beberapa pertimbangan, yakni pertama yang memberatkan karena terdakwa dianggap berbelit dalam memberikan keterangan yang menyulitkan persidangan.

“Kemudian, pertimbangan yang meringankan melihat kondisi terdakwa yang sudah berusia lanjut,” ujar Yeni.

Tuntutan dua tahun penjara diberikan jaksa sebagaimana Pasal 263 ayat 1 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Kemudian, Yeni menyebutkan untuk barang bukti yang menjadi dasar tuntutan diantaranya paspor atas nama nama Djoko Tjandra yang dikeluarkan imigrasi Jakarta Selatan, satu buah unit komputer, satu korek api, tujuh handphone, satu lembar surat jalan atas nama Brigjen Prasetijo dengan Kompol Tommy, satu kertas hvs dengan kop surat atas nama Brigjen Prasetijo yang dipakai dalam perkara lain.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Bawaslu Minta KPU Segera Siapkan Rekapitulasi Manual

Read Next

Jokowi Akui Ekspor RI Masih Tertinggal dari Negara Lain