ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
17 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Bawaslu Akan Awasi KPU Jemput Bola ke Pemilih Positif Covid-19

Bawaslu Akan Awasi KPU Jemput Bola ke Pemilih Positif Covid-19

Konfirmasitimes.com-Jakarta (05/12/2020). Ketua Bawaslu RI, Abhan mengatakan Bawaslu akan mengawasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait menjemput bola memfasilitasi hak pilih bagi pasien positif Covid-19 dengan masuk ke ruang perawatatan atau isolasi.

Mekanisme pemilihan dengan mendatangi pemilih yang positif Covid-19 itu dilakukan satu jam terakhir waktu pencoblosan, yakni pukul 12.00 WIB.

“Sebagian anggota KPPS ditugaskan mendatangi ke rumah atau rumah sakit. Yang di rumah sakit menggunakan surat pindah memilih ketika tidak di TPS, tapi di wilayah yang berpilkada. itu ketentuannya,” ujar Abhan.

Menurut Abhan, hal itu dilakukan KPU demi melindungi mereka, para pemilih yang sakit untuk tetap dapat mencoblos.

“Soal yang positif ini, mereka tidak hilang hak pilihnya. KPU harus teap melayani. Kalau seandainya harus datang ke rumah sakit atau rumah tempat isolasi, maka itu juga bagian dari pengawasan kami,” kata Abhan dalam konferensi pers virtual, Jumat (04/12/2020).

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Prof dr Hasbullah Thabrany, mengatakan pasien bisa menolak untuk mencoblos pada 9 Desember 2020 nanti.

“Hak pilih dapat ditolak, tidak ada kewajiban seseorang menggunakan hak pilih dan orang lain. KPU tidak punya hak memaksa seseorang menggunakan hak pilihnya,” kata Prof Hasbullah kepada media, Kamis (03/12/2020).

Prof Hasbullah menegaskan, hak untuk sehat dan hidup lebih penting daripada hak pilih politik.

“Hak kesehatan terancam karena prilaku orang lain yang mengancam keselematan pasien, maka orang lain yang tersebut (misal) petugas boleh ditolak. Hak sehat atau terhindar tertular penyakit COVID jauh lebih penting dari hak pilih,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, KPU berencana akan mengirimkan dua petugas didampingi dua saksi dengan mengenakan APD masuk ke bilik isolasi pasien COVID-19 demi memenuhi hak pilih pasien di Pilkada 9 Desember 2020 nanti.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Arab Saudi Mengklaim Menembak Jatuh Drone Yaman

Read Next

Amerika Serikat Memberlakukan Pembatasan Visa Pada Anggota Partai Komunis China