ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
19 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Tenaga Harian Lepas Sukoharjo Pertanyakan Alasan Pemberhentian Sepihak

Tenaga Harian Lepas Sukoharjo Pertanyakan Alasan Pemberhentian Sepihak

Konfirmasitimes.com-Jakarta (04/12/2020). Pada Kamis (03/12/2020) kemarin, dihalaman Gedung Setda Sukoharjo, kumpulan para tenaga harian lepas atau THL Pemkab Sukoharjo menggelar aksi demo.

Para peserta aksi menuntut keadilan. Dikabarkan mereka diberhentikan secara sepihak tanpa alasan yang jelas. Bahkan mereka merasa tak pernah melakukan kesalahan fatal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, puluhan THL dan masyarakat yang tergabung dalam elemen masyarakat Sukoharjo berjalan kaki di pinggir Jl Jenderal Sudirman menuju Gedung Setda Sukoharjo sekitar pukul 11.00 WIB.

Para massa aksi membawa spanduk dan poster yang berisi jeritan hati para THL yang diberhentikan tanpa alasan jelas menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah atau Pilkada Sukoharjo.

Woro Sundari, mantan THL penyuluh keluarga berencana (KB) Desa Ngombakan, Kecamatan Polokarto, mengungkapkan bahwa ia diberhentikan sejak awal November.

Menurut Woro, ia tidak pernah meninggalkan tugas untuk mengedukasi masyarakat dan menahan laju penambahan penduduk.

Ditambahkan oleh nya, Woro mengungkapkan aksi tersebut sebagai wujud keprihatinan para THL yang diberhentikan secara sepihak.

Penguasa semena-mena

Melalui aksi itu, Woro dan sejumlah THL yang bernasib serupa ingin menuntut keadilan kepada Pemkab Sukoharjo.

“Saya tidak salah apa-apa, dosa saya apa, apa alasan saya diberhentikan sebagai petugas KB. Tahu-tahu saya sudah diganti tanpa ada konfirmasi jelas dari pimpinan. Jangan hanya like and dislike yang menjadi alasan untuk memberhentikan tenaga harian lepas dan honorer,” katanya.

Dalam hal ini, penguasa dinilai tidak memihak ke rakyat karena pemberhentian sepihak dianggap THL sebagai bentuk kesewenang-wenangan terhadap rakyat.

“Saya korban politik. Hanya karena tak sejalan dengan penguasa lantas saya diberhentikan tanpa ada alasan jelas. Ini bentuk kesewenang-wenangan terhadap rakyat. Padahal, saya masih menanggung kebutuhan hidup orang tua dan keluarga,” ungkap Woro saat aksi demo.

Woro menuturkan jumlah THL yang diberhentikan sepihak mencapai puluhan orang. Woro bekerja sebagai THL penyuluh keluarga berencana tingkat desa/kelurahan selama tiga tahun.

Petugas keluarga berencana tingkat desa/kelurahan menjadi garda terdepan dalam pengendalian laju pertumbuhan penduduk dan pengentasan kemiskinan. Namun, tiba-tiba Woro diberi tahu instansi terkait bahwa dirinya diberhentikan sebagai petugas keluarga berencana desa setempat.

Pemberhentian Sepihak = Tidak Manusiawi

Ginanjar Dwi Prasetya, THL Pemadam Kebakaran Satpol PP Sukoharjo menilai kebijakan itu tidak manusiawi karena para THL dan honorer harus memberi nafkah keluarganya setiap hari.

“Saya tidak tahu kesalahan saya apa. Saya mengabdi sebagai petugas damkar sudah empat tahun. Ini perbuatan zalim dan sewenang-wenang terhadap rakyat karena saya tidak melakukan kesalahan saat bekerja,” kata Ginanjar.

Sebagai informasi, Ginanjar diberhentikan sebagai petugas pemadam kebakaran (damkar) pada 16 September. Ginanjar mengaku kaget ketiksa dipanggil atasannya yang memberi tahu pemberhentian dirinya tanpa alasan jelas.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Abaikan Kerumunan, Kapolsek Walantaka Dicopot

Read Next

Bocah Penderita Bocor Jantung Butuhkan Uluran Tangan Dermawan