ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
22 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Sunnah Sebelum Shalat

sunnah sebelum shalat, Qabliyah Ashar; Niat Sholat Sunnah Sebelum Ashar

Konfirmasitimes.com-Jakarta (04/12/2020). Sunnah sebelum sholat sangat dianjurkan untuk dikerjakan oleh kaum muslimin.

Sunnah adalah thariiqah (jalan, cara atau kebiasaan) atau Siirah (perilaku) (An-Nihaayah, Ibnu Al-Atsiar (2/409), dan Lisaan Al-‘Arab (17/89).

Ahli bahasa berselisih pendapat: Apakah sunnah secara bahasa terbatas pada perilaku baik saja atau mencakup perilaku baik maupun buruk?

Pendapat yang benar, makna sunnah secara bahasa adalah: Tahriiqah (jalan, cara, perilaku) -sama saja-, perilaku itu baik maupun buruk, di antara dalilnya adalah sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

“Barangsiapa yang memberikan contoh kebiasaan baik dalam Islam, maka dia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang yang mencontoh perbuatan itu, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.

Dan barangsiapa yang memberikan contoh kebiasaan buruk, maka dia akan mendapatkan dosanya, dan dosa orang yang mengikutinya dengan tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (HR. Muslim, no. 1017)

Dalam hadist di atas, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah membagi sunnah menjadi dua, yaitu sunnah yang baik dan sunnah yang buruk.

Definisi sunnah menurut istilah:

Adapun makna sunnah secara istilah, maka ada istilah menurut ulama ahli hadits, istilah menurut ulama ushul fiqih dan istilah menurut ulama-ulama ahli fiqih.

Definisi sunnah secara istilah menurut ulama ahli hadits:

Sunnah adalah sesuatu yang diriwayatkan dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, baik ucapan, perbuatan beliau maupun ucapan dan perbuatan sahabat yang tidak diingkari oleh beliau shallallahu alaihi wa sallam (taqriir), atau sifat, baik sifat fisik maupun akhlak (karakter, perangai) atau perjalanan hidup beliau, baik sebelum menjadi Nabi atau setelah menjadi Nabi. (Qawa’id At-Tahdiits, Al-Qaasimiy (hal. 64)).

Definisi sunnah menurut ulama ushul fiqih:

Apa yang tidak terdapat dalam Al-Quran namun diriwayatkan dari beliau shallallahu alaihi wa sallam, baik sunnah ini menjadi penjelasan bagi Al-Quran maupun tidak. (lihat Ushuul Al-Ahkaam, Al-Aamidiy (1/169))

Adapun definisi sunnah menurut ulama Ahli Fiqih adalah:

Ungkapan untuk sesuatu yang hukumnya tidak wajib, misalnya: ini hukumnya sunnah, maka maksudnya bukan fardhu, bukan wajib, bukan haram dan bukan pula makruh. (lihat Syarh Al-Kaukab Al-Muniir (2/160))

Makna sunnah menurut para ulama salaf (terdahulu):

Akan tetapi makna sunnah menurut kebanyakan salaf adalah lebih luas dari yang diungkapkan oleh Pakar Hadits, Ushul dan Fiqih; karena yang dimaksud dengan sunnah adalah segala sesuatu yang sesuai dengan Al-Quran, sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat beliau, baik berkaitan dengan Akidah maupun Ibadah, sebagai kebalikan dari bid’ah.

Maka seseorang dikatakan di atas sunnah, apabila amalannya sesuai dengan Al-Quran dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan seseorang dikatakan di atas bid’ah, apabila amalannya menyelisihi Al-Quran dan sunnah atau menyelisihi salah satu dari keduanya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullaah berkata:

Lafadzh sunnah dalam ucapan salaf mencakup sunnah dalam ibadah dan akidah, walaupun banyak dari kalangan mereka yang menulis kitab dengan judul As-Sunnah, namun maksudnya adalah pembahasan seputar akidah. (Al-Amru Bil Ma’ruf Wan Nahyu ‘Anil Munkar (hal. 77)

Beliau rahimahullaah juga berkata dalam Al-Hamawiyah:

“Sunnah adalah jalan yang ditempuh oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam baik dalam akidah, keseimbangan  dalam sikap dan amal, dan dalam ucapan maupun perbuatan”. (Al-Hamawiyah (halaman 2))

Sunnah sebelum shalat

  1. Berjalan menuju tempat sholat dengan tenang dan santai.
  2. Adzan dan Iqamah
  3. Berdoa diantara adzan dan iqamah.
  4. Segera melakukan hal-hal yang terkait dengan shalat di awal waktu.
  5. Melakukan shalat sunnah qobliyah diantara adzan dan iqamah.
  6. Berdiri melakukan shalat setelah selesainya iqamah. Ada yang mengatakan bahwa berdirinya saat lafadz الصالة قاهت قد di kumandangkan.
  7. Meluruskan barisan shalat.
  8. Mengisi shaf (barisan) yang kosong, dan berusaha berada di shaf yang pertama.
  9. Melihat ke tempat sujud dan menundukkan kepala.
  10. Berusaha merasakan kehadiran Allah ta’ala yang akan di hadapi di hari kiamat.
  11. Membaca surat “An-nas” dan meminta perlindungan pada Allah dari godaan syetan.
  12. Bagi laki-laki sunnah merenggangkan kaki sekira satu jengkal. Sedangkan bagi selain laki-laki sunnah untuk merapatkan kaki.
  13. Bersiwak. Yang lebih utama adalah menggunakan kayu arok yang dibasahi dengan air, dengan berusaha melakukan kesunnahan-kesunnahan saat bersiwak.
  14. Melakukan shalat dengan semangat dan mengosongkan hati dari hal-hal yang bisa
    mengganggu kekhusyu’an.
  15. Melafadlkan niat sebelum melakukan takbir, agar ucapan lisan dapat menolong hati untuk menghadirkan niat dalam hati.

Panduan lengkap sholat wajib 5 waktu dan macam-macam sholat sunnah.

(Dari berbagai sumber)

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Rokok Naik Rakyat Panik, Pengamat dan Politisi Buka Suara

Read Next

Calon Ketum PPP, Tatib Pemilihan Masih Akan Dibahas