ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
17 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Nasabah AJB Bumiputera Menuntut Manajemen Membayar Klaim yang Jatuh Tempo

Bumiputera

Konfirmasitimes.com-Jakarta (04/12/2020). Nasabah AJB Bumiputera 1912 melakukan aksi menuntut manajemen membayar klaim yang sudah jatuh tempo.

Dalam hal ini, AJB Bumiputera 1912 mengumumkan berjanji akan segera membayar klaim nasabah yang jatuh tempo. 

Hal tersebut dibenarkan Asisten Direktur Pemasaran Bumiputera Jaka Irwanta yang menyampaikan bahwa janji tersebut disampaikan ketika nasabah melakukan aksi damai menuntut supaya manajemen membayar utang klaim jatuh tempo kepada nasabah.

Dikatakan oleh Jaka, ketika aksi damai, manajemen, perwakilan nasabah serta sekretaris BPA Bumiputera melakukan diskusi. Hasil diskusi, pembayaran klaim jatuh tempo akan diprioritaskan  bagi nasabah berstatus habis kontrak (HK) dengan nilai di bawah Rp10 juta, status HK dana kelangsungan belajar (DKB) atau meninggal dunia, dan polis berstatus paling lama.

“Tadi sudah disepakati untuk memprioritaskan klaim-klaim yang kecil untuk segera dibayarkan,” kata Jaka, dalam keterangannya, Kamis (03/12/2020) kemarin.

Tidak hanya itu, menurutnya manajemen juga berkomitmen untuk mencairkan dana jaminan di OJK sebesar Rp60-100 miliar.

“Ini hanya sebagai untuk bayar klaim yang kecil-kecil tadi, sisa dananya di luar itu yang dijaminkan masih ada,” ungkap Jaka.

Sebagaimana diketahui, 90 orang nasabah AJB Bumiputera 1912 menggelar aksi damai di kantor pusat perusahaan di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Mereka menuntut supaya manajemen membayar utang klaim jatuh tempo kepada nasabah.

Salah satu nasabah, Syakur Usman, meminta manajemen menepati janji untuk membayar klaim jatuh tempo seperti yang dijanjikan sebesar Rp12 miliar.

Janji tersebut sesuai pernyataan Direktur Utama Bumiputera Faizal Karim yang akan membayarkan klaim mulai November 2020.

“Direktur Utama menjanjikan ada dana Rp12 Miliar untuk membayar, tapi sampai November tidak ada realisasinya,” kata Syakur dalam keterangannya kepada media, Kamis (03/12/2020).

Syakur Usman juga meminta manajemen memberikan kepastian atas ketersediaan dana pembayaran klaim para nasabah. Sebab sebelumnya manajemen mengaku dapat mencairkan pembayaran dari dana cadangan Rp100 miliar.

“Kami minta ditunjukkan sungguh-sungguh memberikan kepastian bukan angin-angin surga,” lanjut Syakur.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Jadwal dan Lokasi Layanan Samsat Keliling Hari Ini, 4 Desember 2020

Read Next

Abaikan Kerumunan, Kapolsek Walantaka Dicopot